Breaking News:

Pembunuhan di Subang

Yosef Disebut Sempat Marah-marah Telepon Seseorang di Dekat TKP Pembunuhan, Ini Kata Saksi

Seorang warga mengaku sempat melihat Yosef marah-marah di dekat TKP kasus pembunuhan Tuti dan Amalia.

youtube kompastv
Yosef beserta tim kuasa hukumnya saat ziarah ke makam Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu di TPU Istuning, Desa Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (8/10/2021) sore. 

TRIBUNWOW.COM - Fakta baru terungkap ketika Kepala Desa Jalancagak, Subang, Indra Zaenal mewawancarai sejumlah saksi kasus pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) di Subang, Jawa Barat, pada Agustus 2021 lalu.

Diketahui ada saksi bernama Wawan yang merupakan warga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) melihat suami Tuti yakni Yosef menelepon seseorang namun berbicara sambil marah-marah.

Wawan mengaku sempat ingin mendekati Yosef namun ragu.

Kades Jalancagak, Indra Zaenal Alim mewawancarai saksi pembunuhan ibu dan anak di Subang, yakni Dede dan Ujang.
Kades Jalancagak, Indra Zaenal Alim mewawancarai saksi pembunuhan ibu dan anak di Subang, yakni Dede dan Ujang. (tangkapan layar kanal YouTube Indra Zaenal Channel)

Baca juga: Sebelum Dibunuh, Tuti Terus-terusan Cari Momen Habiskan Waktu Bareng Keluarga

Baca juga: Mengaku Sayang dan Tak Pernah Kasar kepada Korban Kasus Subang, Yosef Juga Bahas soal Yoris

Dikutip TribunWow.com dari SURYA.co.id, awalnya Dede selaku ketua RT di TKP bercerita, bahwa ia didatangi Ujang selaku saksi pertama untuk datang ke TKP.

Pak RT, Pak RT kaditu heula, di bumi Pak Yosef aya seeur darah,” ucap Ujang dalam kanal YouTube Indra Zaenal Channel, Kamis (14/10/2021).

Dede kala itu masuk ke TKP lewat jalan belakang lantaran kondisi TKP yang sudah dipadati banyak orang.

Ketika masuk lewat pintu belakang, Dede mendapati banyak ceceran darah di TKP.

Saat itu polisi meminta bantuan Dede untuk mengumpulkan para saksi, di antaranya adalah Wawan.

Dede pun menceritakan adanya saksi bernama Wawan yang melihat Yosef menelepon sambil marah-marah.

Ia pun meminta kepada Wawan untuk mengatakan keterangan tersebut kepada polisi.

“Sok atuh Wan saurkeun anu nelepon enjing-enjing Pak Yosef teh, kumaha kronologina ka Pak Aep (polisi),” ujar Dede menirukan ucapannya saat itu.

Dede kala itu mengira jika Yosef marah-marah seusai melapor ke polisi.

Namun berdasarkan pengakuan Wawan, Yosef diduga marah-marah sebelum melapor ke polisi.

“Sanes Pak RT, tah Mang Ujang oge ngupingnya, abdi ti parapatan narik muatan arah ka kulon duka ka Jambu duka ka Ciseuti, ninggal Pak Yosef di SD Sawo ekeur nelepon ambek-ambekan, duka cenah nelepon saha-sahana mah,” tutur Dede menerikukan perkataan Wawan.

"(Bukan Pak RT, kata Wawan, Ujang juga mendengar, saya dari perempatan jalan narik muatan ke arah jalan Jambu dan Ciseuti, melihat Pak Yosef di SD Sawo sedang menelepon sambil marah-marah, saya tidak tahu ia menelpon siapa, -red)."

Dede pun menceritakaan saat itu Wawan akan menghampiri Yosef, namun karena situasi Yosef sedang marah-marah, ia pun langsung berangkat.

Dede yang saat itu juga sempat bertemu dengan Wawan, memperkirakan jika pemandangan Yosef yang dilihat oleh Wawan terjadi di sekitar TKP pagi-pagi.

Terungkapnya fakta baru tersebut dari keterangan saksi beranama Wawan, sementara ini, pengakuan dari saksi pun harus dikonfirmasi kepada pihak kepolisian.

Kapolres Subang Ungkap Perkembangan

Lama tak muncul ke publik, Kapolres Subang AKBP Sumarni, membeberkan perkembangan pengusutan kasus pembunuhan ini pada Selasa (12/10/2021).

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved