Breaking News:

Terkini Internasional

Ratusan Warga Desa di Kazakhstan Alami Wabah Tidur Berhari-hari, Pemerintah Duga karena Hal Ini

Pemerintah Kazakhstan temukan dugaan penyebab wabah yang menjangkit 160 warga desa, di mana mereka tidur selama berhari-hari, hingga alami halusinasi.

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Mohamad Yoenus
titiknol.co.id
ILUSTRASI tertidur saat makan. Pemerintah Kazakhstan temukan dugaan penyebab wabah yang menjangkit 160 warga desa, di mana mereka bisa tertidur selama berhari-hari, hingga alami halusinasi. 

TRIBUNWOW.COM - Sebuah desa di Kazakhstan bernama Kalachi dijuluki “Sleep Hollow” setelah ratusan penduduknya terkena wabah misterius yang membuat mereka tidur selama beberapa hari.

Dilansir dari AryNews, data statistik menunjukkan sekitar 160 orang di desa itu sempat terkena wabah sejak 2012 hingga 2015.

Mereka tidak hanya mengalami pola tidur yang aneh tetapi juga halusinasi.

Ilustrasi tidur
Ilustrasi tidur (Mirror.co.uk)

Baca juga: Pandemi Belum Usai, Australia Temukan Kasus Wabah Mirip Covid-19, Apa Perlu Isolasi Mandiri Juga?

Baca juga: Peneliti Kamboja Kumpulkan Kelelawar, Cari Tahu Asal Usul Virus Covid-19

Wabah itu menjangkit mulai orang dewasa, hingga anak-anak yang mengaku melihat kuda bersayap dan ular saat tidur

Ada banyak teori dan spekulasi tentang wabah itu, termasuk dugaan air yang terkontaminasi racun hingga penggunaan alkohol.

Pemerintah Kazakhstan ikut menyelidiki fenomena itu dan menyatakan adanya peningkatan kadar karbon monoksida yang disinyalir menjadi alasan munculnya wabah tidur.

Mereka menuding sebuah tambang uranium yang sudah tak digunakan sebagai penyebab penyakit misterius itu.

“Penyebab penyakit telah ditetapkan.  Ini karbon monoksida,” kata Wakil Perdana Menteri Kazakhstan saat itu, Berdybek Saparbayev, dikutip dari Azh.kz pada Selasa (28/9/2021).

“Dulu ada tambang uranium di daerah itu, yang sekarang ditutup. Kadang-kadang tambang itu melepaskan karbon monoksida dan hidrokarbon, serta mungkin metana dalam konsentrasi tinggi. Itu menyebabkan wabah ‘penyakit mengantuk’ ini terjadi,” tambahnya.

Saparbayev juga mengkonfirmasi kesimpulan para peneliti independen di Moskow, Rusia dan Praha, Ceko.

Awalnya, penduduk desa di Kalachi dan Krasnogorsky mulai mengeluh tentang timbulnya rasa kantuk, mual, dan halusinasi yang aneh pada Maret 2013.

Penduduk desa bisa tiba-tiba mulai tertidur.

Baca juga: Virus Nipah Dikonfirmasi Muncul di Kerala India, Seorang Anak Usia 12 Tahun Meninggal

Baca juga: Akses Data Rahasia Lab Wuhan, Intelijen AS Pelajari Asal-usul Penyebab Wabah Covid-19

Mereka bisa pingsan saat memancing, ketika berdiri di depan kompor, atau saat sedang menyetir. 

Saat itu, dokter kesulitan untuk mendiagnosis penyakit para pasien tersebut.

Namun, pada Oktober 2015, penyakit aneh itu tiba-tiba menghilang, dikutip dari India Times pada Selasa (27/9/2021).

Lyubov Belkova adalah orang pertama yang terkena wabah tidur pada April 2010 di mana dia diserang rasa kantuk hingga membuatnya pingsan saat bekerja di pasar.

Dia tidak bangun sampai hampir empat hari di rumah sakit dan dinyatakan menderita stroke oleh dokter saat itu.

Beberapa bulan kemudian, 140 dari 810 penduduk terkena wabah serupa.

Pemerintah setempat memutuskan untuk memindahkan Desa Kalachi dan Krasnogorsky yang hanya berjarak sekitar 600 meter ke lokasi yang lebih aman.

Krasnogorsky dulunya adalah kota pertambangan dengan populasi 6.500 penduduk dan telah menyediakan bijih uranium untuk industri nuklir Soviet sejak 1960-an. 

Populasi desa menyusut menjadi 130 orang saja setelah tambang ditutup pada awal 1990-an. 

Sementara, ada sekitar 600 orang tinggal di Desa Kalachi

Sampai saat ini, situasi tampaknya terkendali karena tidak ada kelainan medis yang dilaporkan di kedua desa itu. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita Terkini Internasional lain

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved