Breaking News:

Terkini Daerah

Hanya Diiming-imingi Miras, Algojo Ini Turuti Permintaan SA Bunuh Anak Tiri, Begini Kata Polisi

SA (21), ibu asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang menyewa pembunuh untuk membunuh anak tirinya, MYK (7), kini sudah jadi tersangka.

Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Foto kiri: Bibi korban saat menunjukan foto korban di rumah nenek korban di Desa Pringgacala, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Rabu (22/9/2021). Foto kanan: Ibu tiri beserta algojo saat digelandang polisi di Mapolres Indramayu, Kamis (23/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM - SA (21), ibu asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang menyewa pembunuh untuk membunuh anak tirinya, MYK (7), kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Selain SA, sang algojo, S (26) juga harus mendekam dipenjara seusai menghabisi nyawa bocah SD tersebut.

Kasus pembunuhan berencana ini terungkap setelah warga menemukan jasad MYK mengambang di Sungai Prawira di Desa Rawadalem, Kecamatan Balongan, Indramayu, Kamis (19/8/2021) lalu.

Baca juga: Pembunuh Bayaran Ternyata Teman Nongkrong Ibu Tiri, Dibayar Pakai Miras Buat Habisi Bocah 7 Tahun

Baca juga: Pengakuan SA, Ibu Tiri yang Sewa Pembunuh Bayaran Bunuh Anak, Sebut Korban Bocah Nakal Suka Jambak

Korban yang merupakan warga Desa Benda, Kecamatan Karangampel, Indramayu itu ditemukan dalam kondisi membusuk di sungai.

Pembunuhan ini dilakukan S dengan cara menceburkan korban ke sungai.

Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman SYarif menyebut SA tak menjanjikan uang pada S untuk membunuh korban.

SA hanya berjanji memberikan minuman keras sebagai bayaran tindakan keji S.

Motif SA membunuh korban karena kesal anak tirinya itu kerap mengamuk meminta uang jajan.

Selain itu, SA juga cemburu karena suaminya lebih perhatian pada korban ketimbang anak hasil pernikahannya dengan pelaku.

"Tersangka 2 (algojo) merasa tidak enak menolak keinginan tersangka 1 (ibu tiri) yang merupakan teman nongkrongnya," kata Lukman, dikutip dari TribunJabar.id, Kamis (23/9/2021).

Setelah diringkus polisi, pelaku mengaku menyesali perbuatannya.

Dikenal Pendiam

Selama ini, SA dikenal tertutup dan jarang bersosialisasi dengan warga lainnya.

SA bahkan jarang berkomunikasi meski rumahnya dekat dengan nenek korban di Desa Pringgacala, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu.

Selain itu, SA di mata keluarga dikenal sebagai sosok yang baik.

"Dibilang kecewa, kalau keluarga sih kecewa, cuma gimana lagi," kata Bali (33), paman korban.

Baca juga: UPDATE Pembunuhan di Subang, Yosef dan Istri Mudanya Kini Diperiksa Langsung oleh Bareskrim

Baca juga: Sebulan Kasus Pembunuhan di Subang, Keluarga Optimis Polisi Bisa Tangkap Pelaku: Sudah Gereget

Menurut Bali, korban memang cukup nakal.

Namun keluarga memaklumi karena korban masih anak-anak.

"Untuk alasannya, keluarga tidak tahu pasti, karena memang tertutup, anaknya (korban) juga tidak pernah cerita," jelasnya.

Kronologi

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved