Konflik di Afghanistan
Tukang Cukur di Afghanistan Khawatirkan Dampak Aturan Potongan Rambut Pria oleh Taliban
Taliban mengimbau pria Afghanistan untuk memanjangkan janggut dan tidak memotong pendek rambut mereka yang membuat tukang cukur khawatirkan bisnisnya.
Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Lailatun Niqmah
“Mereka mengatakan itu (memotong janggut) tidak ada dalam hukum syariah, dan laki-laki harus memiliki janggut dan rambut panjang,” tambahnya.
Seorang tukang cukur yang bekerja di ibu kota Afghanistan, Kabul, mengatakan dia takut dengan apa yang bisa terjadi akibat aturan Taliban bagi bisnisnya di masa depan.
“Tidak ada pekerjaan, dan dalam sistem Imarah Islam sebelumnya, pekerjaan kami melanggar hukum, dan mereka mengatakan bahwa riasan dan tato pria tidak diperbolehkan, jadi pelanggan sangat sedikit, semua orang takut,” kata Mohammad Amin Noori pada Rabu (22/9/2021), dikutip dari Wionews.
“Saya (harus) bekerja dalam ketakutan, dan hukum mereka (Taliban) belum diterapkan, apakah kami akan diizinkan bekerja atau tidak,” tambahnya.
Sementara itu, penduduk lain mengatakan mereka mengharapkan lebih banyak pekerjaan dan peluang di bawah pemerintahan Taliban saat ini. (TribunWow.com/Alma Dyani P)
Berita terkait Afghanistan lainnya