Terkini Daerah
Hanya Dibayar Miras, SA Sungkan Tolak Permintaan Ibu Tiri di Indramayu untuk Bunuh Bocah SD
Miris, hanya dibayar minuman keras (miras), SAP (24) tega menghabisi nyawa MYP (8) seusai disuruh oleh ibu korban.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Hanya karena persoalan sepele, SA (21) tega membunuh anak angkatnya MYP (8) dengan cara menyewa pembunuh bayaran.
Kasus pembunuhan sadis itu diketahui terjadi di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (16/8/2021).
SAP (24) selaku pembunuh bayaran ternyata hanya dibayar menggunakan minuman keras (miras) untuk menghabisi nyawa MYP.
Baca juga: Pengakuan Ibu Tiri di Indramayu yang Susun Rencana Bunuh Anaknya: Suka Ngamuk Sambil Jambak Rambut
Baca juga: Sikap Ibu Tiri di Indramayu seusai Habisi Anaknya Pakai Pembunuh Bayaran, Sempat Ditanyai Keluarga
Dikutip TribunWow.com dari TribunJabar.id, fakta ini diungkapkan oleh Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif dalam konferensi pers, Kamis (23/9/2021).
Antara SAP dan SA ternyata saling kenal.
Mereka berdua merupakan teman nongkrong.
SAP mengaku tidak enak menolak permintaan SA untuk menghabisi nyawa MYP dengan cara menceburkan korban ke sungai.
"Tersangka 2 (algojo) merasa tidak enak menolak keinginan tersangka 1 (ibu tiri) yang merupakan teman nongkrongnya," ujar dia AKBP Lukman.
Namun kini kedua pelaku mengaku menyesal atas perbuatan mereka tersebut.
Sembari menunduk, SA mengatakan, tidak ingin lagi mengulangi perbuatannya kepada polisi.
"Saya menyesal pak," ujar dia kepada polisi.
Pelaku Kesal Korban Rewel
Dikutip TribunWow.com dari TribunJabar.id, jasad korban baru ditemukan dalam kondisi membusuk di sungai pada Kamis (19/8/2021).
Berdasarkan pengakuan SA, korban yang masih bocah itu kerap nakal dan susah diatur sehingga membuatnya kesal.
Korban juga disebut kerap rewel ketika meminta jajan.
"Suka ngamuk sambil jambak rambut, anaknya nakal," ujar SA, Kamis (23/9/2021).
Sementara itu alasan lain pelaku melakukan pembunuhan adalah gara-gara dirinya sakit hati anak yang merupakan darah dagingnya diperlakukan berbeda oleh suaminya dibandingkan perlakuan sang suami ke korban.
SA menyebut suaminya lebih sayang kepada korban.
Akhirnya SA memutuskan untuk menyewa pembunuh bayaran guna menghabisi nyawa anak angkatnya itu dengan cara menceburkan korban ke sungai.
Ibu Tiri Pura-pura Tak Tahu
Kesehariannya menurut keluarga korban, pelaku nampak sayang kepada korban meskipun tidak memiliki hubungan darah.
Aksi SA yang ternyata menjadi dalang pembunuhan MYP membuat kaget keluarga korban.
Awalnya pihak keluarga mengira MYP hilang.
Paman korban, Bali (33) menceritakan, korban awalnya diketahui hilang sejak Senin (16/8/2021). Saat itu, nenek korban mencoba mencari cucu yang tidak kunjung pulang walau hari sudah malam.
Nenek korban bahkan sempat bertanya kepada pelaku terkait keberadaan MYP.
Namun saat itu pelaku justru pura-pura tidak tahu dan mengelak ketika ditanyai.
Keluarga baru mengetahui keberadaan MYP yang hilang dari media sosial, di sana banyak beredar berita bahwa telah ditemukannya mayat bocah laki-laki di Sungai Prawira.
"Kaget saat itu, ternyata korban sudah tidak ada," ujar Bali.
Seusai menemukan jasad korban, pihak keluarga sudah mau pasrah menerima kenyataan.
Tetapi tak disangka ternyata SA terlibat dalam tewasnya MYP.
"Baru tahu itu pas ibu tiri dibawa polisi dua hari lalu," ujar Bali.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian perihal kasus tersebut.
Hanya saja Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif mengatakan bahwa Polres Indramayu akan menggelar press conference pengungkapan kasus tersebut pada Kamis (23/9/2021).
Korban Masih Sekolah SD
Dikutip TribunWow.com dari TribunJabar.id, jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga yang mengira korban adalah boneka.
Setelah diteliti, boneka tersebut ternyata merupakan jasad seorang anak kecil.
Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif melalui Kapolsek Balongan AKP Febry H Samosir mengatakan, penemuan mayat ini berawal saat ada warga yang hendak mengambil wudhu di sungai setempat pukul 05.00 WIB.
Baca juga: Terungkap Aktivitas Danu di Malam Tuti dan Amalia Dibunuh: Sore Memang ke Rumah Amel
Warga yang menemukan jasad korban mengakui mencium bau bangkai dari mayat MYP.
Saat ditemukan, jasad MYP masih mengenakan baju dan celana.
Berdasarkan keterangan AKP Febry, jasad korban diperkirakan meninggal dunia 3-4 hari yang lalu.
"Dengan tinggi badan jenazah sekitar 120 cm dan perawakan kecil," ujar AKP Febry.
Setelah identitas korban terkuat, korban diketahui berasal dari Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu.
MYP diketahui masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar (SD).
Sementara itu pihak kepolisian telah mengiyakan bahwa MYP dihabisi oleh sang ibu tiri.
Kapolsek Balongan, AKP Febry juga mengiyakan fakta bahwa otak pembunuhan yakni SA menyewa orang untuk membunuh MYP.
Para pelaku yang terlibat kini sudah diamankan oleh pihak kepolisian.
"Iya betul," ujar AKP Febry, Rabu (22/9/2021).
Namun masih didalami apa alasan SA tega menyewa orang untuk membunuh anaknya sendiri. (TribunWow.com/Anung)
Artikel ini diolah dari TribunJabar.id dengan judul Bila Warga Ini Tak Wudhu, Kisah Tragis Mayat Bocah Mengapung Tak Terungkap, Ibu Tiri Otak Kejahatan, KRONOLOGI Bocah 8 Tahun Jadi Korban Kejamnya Ibu Tiri, Awalnya Ditemukan Mengambang di Sungai, KRONOLOGI Bocah 8 Tahun di Indramayu Dihabisi Ibu Tiri, Sempat Dinyatakan Hilang dan Keluarga Pasrah, Ternyata Tak Cuma soal Jajan, Mamah Muda yang Rampas Nyawa Anak Tirinya Sebut Alasan Ini, dan Ibu Tiri Kejam di Indramayu, Sewa Orang untuk Rampas Nyawa Tirinya, Imbalannya Bukan Uang, Tapi Ini