Pembunuhan di Subang
Ini Garis Besar Pertanyaan untuk Yosef saat Diperiksa Pakai Alat Tes Kebohongan soal Kasus di Subang
Kuasa hukum Yosef dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, mengungkap polisi memeriksa Yosef menggunakan alat tes kebohongan.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Rohman Hidayat, kuasa hukum Yosef dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, mengungkap polisi memeriksa kliennya menggunakan alat tes kebohongan.
Diperiksa sebagai saksi, Yosef melalui Rohman juga menyebut pertanyaan dasar yang ditanyakan kepadanya saat menjalani pemeriksaan.
"Iya diperiksa oleh Bareskrim pakai alat tes kebohongan," kata Rohman Hidayat, saat ditemui di Jalan LLRE Martadinata Bandung, Senin (20/9/2021), dikutip dari Tribun Jabar.
Baca juga: Sebulan Kasus Pembunuhan di Subang, Hubungan Keluarga Korban Renggang karena Saling Tuding
Seperti diketahui Yosef merupakan saksi kunci dalam kasus pembunuhan Tuti (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) yang merupakan ibu dan anak.
Yosef sendiri merupakan orang pertama yang mendapati kondisi rumahnya berantakan, sebelum kemudian ditemukan jasad korban tertumpuk di bagasi mobil Alphard yang terparkir di garasi rumahnya pada Rabu (18/8/2021).
Di antara hubungan Yosef dan Tuti, juga diketahui ada orang ketiga yang merupakan istri muda Yosef.
Istri muda Yosef juga turut diperiksa menggunakan alat tes kebohongan.
Satu di antara pertanyaan dasar yang ditanyakan adalah apakah mereka terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.
"Secara eksplisit ditanya apakah Pak Yosef melakukan atau menyuruh melakukan perampasan nyawa. Itu pertanyaan mendasarnya," ujar Rohman.
Rohman juga menyampaikan jika Yosef dan istri mudanya sudah menjawab apa yang ditanyakan kepada polisi.
Baca juga: Pengacara Akui Banyak Sidik Jari Yosef di TKP Subang, Yoris Kini Ungkap Jaket Berdarah Milik Ayah
Namun, dia tidak mengetahui apa hasil yang didapat pihak kepolisian terkait pemeriksaan tersebut.
"Keterangan mereka ke sana, baik Pak Yosef dan Bu Mimin, mereka itu tidak pernah melakukan atau menyuruh melakukan perampasan nyawa. Jadi, kaitan hasilnya silakan tanya ke penyidik. Untuk hasil tes saya belum tahu," ucapnya.
Pemeriksaan Yosef dan Mimin itu sendiri dilakukan terpisah dan tidak dilakukan di kantor polisi.
"Bahwa hari Kamis dan Jumat Pak Yosef diperiksa, tempatnya tidak di kantor polisi, di luar. Karena memang orang Bareskrim langsung yang memeriksanya, diperiksa gunakan alat tes kebohongan," ujar Rohman Hidayat.
"Pak Yosef melaluinya hari Kamis, dari Magrib sampai jam 21.00 kemudian dilanjutkan Jumat setelah jumatan."
"Kemudian Bu mimin, dites kebohongan juga, dites-nya hari Sabtu dari Jam 10-12an itu sudah selesai."
Rohman mengatakan dirinya tidak mengetahui alasan penggunaan alat tersebut kepada kliennya.
Namun, dirinya mendapat keterangan dari kliennya jika alat tersebut digunakan ketika pemeriksaan.
"Alasannya saya tidak tahu, tapi yang pasti memakai alatlah karena saya juga tidak masuk, menurut keterangan Pak Yosef pada saat itu dia dites kebohongan pakai alat yang di tempel di dada dan tangan, itu update terkhir," kata dia.
Baca juga: Saksi Misterius Pembunuhan di Subang Terungkap, Psikolog Forensik: Apa Ini Strategi Lain Polisi?
Pengacara Sayangkan Opini Publik Menyudutkan Yosef
Sebelumnya, Rohman menyebut dirinya dan Yosef selalu mendukung segala yang dilakukan kepolisian dalam rangka penyelidikan.
Mereka juga berharap jika pelaku sebenarnya segera terungkap.
"Saya dengan Pak Yosef sendiri turut menyambut baik apapun hasil temuan itu supaya sesegera mungkin pelaku ini segera ditangkap," ujarnya, Minggu (19/9/2021).
Rohman juga merasa kini banyak opini publik menyudutkan kliennya dalam kasus ini dan dia menyayangkan hal tersebut.
Hal itu bahkan dianggap menjadi pemicu kecurigaan di internal keluarga Yosef.
Rohman sendiri menyebut jika Yosef memiliki alibi kuat pada saat kasus pembunuhan itu terjadi.
"Saya dari awal sudah menyampaikan bahwa tuduhan-tuduhan yang selama ini mengarah kepada klien saya ini sangat memojokkan Pak Yosef, karena opininya sudah begitu menunjuk kepada seseorang, ini yang menjadi masalah kemarin,"
"Hanya saya, yang kita sampaikan bahwa pada malam kejadian ada beberapa orang yang menyaksikan bahwa Pak Yosef ada di rumah Bu Mimin, kemudian pagi-pagi ketika baru masuk rumah, ada saksi yang melihat Pak Yosef dan kalau tidak salah pada tubuh korban sendiri tidak ada sidik jari Pak Yosef."
"Jadi Pak Yosef tetap dengan keterangan di awal bahwa terakhir bertemu korban itu adalah tanggal 17 Agustus ukul 21.00 malam. Sebelum berangkat ke rumah istri mudanya di Ci Jengkol, kurang lebih 15 sampai 20 menit perjalanan dari TKP," jelasnya.
Kemudian dia melakukan aktivitas di sana dan baru pulang kembali pada pukul 07.15 WIB.
Ketika sampai kondisi TKP sudah berantakan dengan bercak darah ada di mana-mana.
Dia juga membantah opini yang mengaitkan ditemukannya sidik jari Yosef di TKP dengan kasus pembunuhan tersebut.
"Itu memang tidak bisa dipungkiri karena dia tinggal di rumah situ ya, artinya Pak Yosef, kemudian kedua korban tinggal di rumah situ, ya jelas sidik jari Pak Yosef ada di mana-mana, itu tidak bisa kita pungkiri," ujarnya.
Dia juga meluruskan jika dirinya diminta sebagai pengacara tidak diminta langsung oleh Yosef.
Dijelaskan jika yang meminta dirinya menjadi kuasa hukum Yosef adalah adik dari Yosef.
Dia mengaku diminta mendampingi Yosef, Mimin yang merupakan istri mudanya, dan Yoris, anak pertama Yosef.
Namun, Yoris tidak didampingi karena dirinya enggan, bahkan disampaikan jika Yoris berusaha untuk menghindari Yosef.
Diduga itu adalah hasil dari kecurigaan yang menyudutkan Yosef sebagai pelaku.
"Ketika BAP di kantor polisi anaknya, pak Yoris sengaja menghindari dari Pak Yosef, tidak berbicara, tidak menyapa, bahkan lewat begitu saja," ujarnya.
"Artinya ada kondisi di mana informasi yang menyudutkan Pak Yosef menambah berat ini untuk Pak Yosef, karena menambah kecurigaan ini, salah satunya adalah kecurigaan-kecurigaan di internal keluarga salah satunya adalah dengan anaknya, Yoris."
Pengcara jelaskan alibi Yosef bisa disimak di:
(Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)
Baca Artikel Terkait Pembunuhan di Subang Lainnya
Sebagian artikel ini diolah dari Tribun Jabar yang berjudul Alat Tes Kebohongan di Kasus Subang, Yosef Ditanya Polisi: Apakah Melakukan Atau Menyuruh Melakukan?