Terkini Daerah
Ngamuk Dimintai Air, Pria di Riau Ambil Bayi Tetangganya lalu Dibunuh, Makin Marah saat Ditenangkan
Hanya karena perkara air minum, seorang pria di Riau mengamuk hingga nekat membunuh anak bayi tetangganya sendiri.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Yasuto alias YL (37) telah dibekuk oleh polisi seusai melakukan aksi pembunuhan sadis terhadap seorang bayi berinisial DHS.
Korban yang masih berusia 7 bulan itu diambil paksa oleh pelaku lalu dihabisi di depan rumahnya di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, Rabu (15/9/2021) pagi.
Pelaku diketahui membunuh korban di hadapan banyak warga.
Baca juga: Bayi di Riau Dibunuh Tetangganya seusai Pelaku Ngamuk karena Orangtua Korban Minta-minta
Baca juga: Soroti Mimik Wajah Yosef saat Wawancara, Poppy Amalya: Ada Tekanan Emosi dan Rasa Takut
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, korban diketahui sedang tertidur saat diambil oleh pelaku.
"Pelaku mengambil korban yang sedang tidur di dalam ayunan. Pelaku membawa korban mondar-mandir di depan rumahnya," ujar Babinsa Koramil 14/Kepenuhan, Kodim 0313/KPR, Pelda Zulkivli kepada Kompas.com melalui WhatsApp, Kamis (16/9/2021).
Aksi pelaku membawa bayi secara kasar lantas mengundang perhatian warga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Warga pun mulai berkumpul dan mencoba menenangkan pelaku.
Alih-alih menurut saat ditenangkan, pelaku justru semakin ngamuk dan sempat membakar dua unit sepeda motor milik tetangganya tersebut.
Kemudian di hadapan warga yang telah ramai berkumpul, pelaku menghabisi nyawa DHS secara sadis menggunakan senjata tajam yang dibawa pelaku dari rumahnya.
Orangtua Korban Minta-minta
Kasus ini diketahui dipicu gara-gara masalah sepele yang membuat pelaku mengamuk.
Dikutip TribunWow.com dari TribunPekanbaru.com, awalnya, orangtua korban mendatangi rumah pelaku untuk meminta air.
Saat itu pelaku yang diketahui bekerja sebagai karyawan Koperasi Rokan Jaya, enggan memberikan korban air.
Pelaku saat itu justru mengamuk dan memarah-marahi korban.
Ia menanyakan apakah korban tidak memiliki air sehingga harus meminta-minta kepadanya.