Kontroversi Saipul Jamil
Saipul Jamil Diboikot dari Televisi, Indah Sari Sebut sang Pedangdut Malah Kebanjiran Job
Bebasnya pedangdut Saipul Jamil dari penjara menuai pro dan kontra publik.
Penulis: Khistian Tauqid Ramadhaniswara
Editor: Lailatun Niqmah
Menurut Hotman Paris, surat tersebut membuat stasiun televisi takut menjadikan Saipul Jamil sebagai bintang tamu.
Padahal, pada surat tersebut tidak tercantum dengan jelas larangan Saipul Jamil tampil di televisi.
"Saya sudah baca ini, tidak secara tegas atau tidak ada kata-kata yang mengatakan Saipul Jamil tidak bisa lagi tampil di TV," kata Hotman Paris.
"Tapi saya agak bertanya-tanya, Saipul Jamil ini kan sudah menjalani hukuman dengan taat, dan sudah selesai," imbuhnya.
"Sehingga yang menjadi pertanyaan, 'Apa alasan seolah-olah dipertanyakan lagi kehadiran Saipul Jamil ke publik'," tambahnya.
"Karena sepertinya media-media TV jadi agak khawatir untuk mengundang Saipul Jamil di TV, padahal keputusan pengadilan tidak menghapuskan hak dia untuk masuk TV," jelasnya.

Baca juga: Hotman Paris Bantah Numpang Tenar Kasus Ibu Curi Susu: Tidak Butuh Pencitraan
Baca juga: Lega 2 Ibu yang Mencuri Susu di Blitar Tak Jadi Dipenjara, Hotman Paris: Klien Datang Kasih Bantuan
Hotman Paris mencontohkan kasus koruptor yang kehilangan hak politiknya setelah mendekam di penjara.
Pengacara berusia 61 tahun itu tidak melihat adanya aturan yang jelas seperti pada koruptor.
Oleh karena itu, Hotman Paris ingin DPR dan Komnas HAM untuk serius menyikapi keputusan-keputusan KPI.
"Sebagai contoh dalam perkara korupsi sering divonis di samping masuk penjara juga hilang hak politiknya," tutur Hotman Paris.
"Kalau ini kan tidak ada hilang haknya untuk tampil di TV, jadi ini menjadi perhatian kita semua," tambahnya.
"Saipul Jamil perlu penegasan dari KPI, 'Apakah Saipul Jamil ini boleh tampil di acara-acara show atau tidak'," jelasnya.
"Ini menyangkut hak asasi yang sangat dasar, dan kami minta juga DPR, terutama Komnas HAM agar proaktif menanggapi surat KPI," tandasnya.
Hotman Paris mengutarakan rasa keberatan Saipul Jamil terhadap keputusan KPI.
"Hanya karena euforia, ramai-ramai masyarakat menyambut Saipul Jamil dari lembaga permasyarakatan, saya kira itu di luar yurisdiksi KPI," ucap Hotman Paris.(TribunWow.com)