Breaking News:

Virus Corona

Puluhan Ibu Hamil Meninggal karena Virus Covid-19, Sri Lanka Minta Wanita Tunda Punya Bayi

Varian Delta di Sri Lanka meningkatkan risiko gejala lebih parah, sekitar 40 ibu hamil meninggal karena virus Covid-19 dalam empat bulan ini.

Boldsky.com
Ilustrasi ibu hamil. Puluhan ibu hamil meninggal karena virus Covid-19 dalam empat bulan ini, Sri Lanka minta wanita tunda punya anak pada Kamis (9/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM – Kementerian Kesehatan Sri Lanka mendesak wanita di negaranya untuk menunda kehamilan, Kamis (9/9/2021).

Dilansir dari Channel News Asia, terdapat 40 kasus kematian ibu hamil dalam empat bulan ini karena virus Covid-19 di Sri Lanka yang kemudian mendasari keputusan itu.

Kematian ibu hamil pertamadi Sri Lanka akibat virus Covid-19 diketahui terjadi pada Mei lalu

Vaksinasi di Sri Lanka.
Vaksinasi di Sri Lanka. (YouTube/WION)

Baca juga: Sri Lanka Bantu Penyelidikan Penikaman di Selandia Baru, Ibu Pelaku: Dia Dicuci Otak oleh Tetangga

Baca juga: Menkes Sri Lanka Positif Covid-19, sempat Dikritik karena Minum Ramuan Anti-Corona dari Penyihir

Lonjakan virus Covid-19 varian Delta muncul setelah pelonggaran pembatasan perjalanan dilakukan pada pertengahan April untuk mendukung perayaan tahun baru lokal Sri Lanka.

“Biasanya, ada 90 hingga 100 kematian ibu per tahun, tetapi sejak awal gelombang ketiga (Covid-19) kami telah mencatat 41 kematian ibu hamil akibat Covid-19 saja,” ungkap Chitramali de Silva, direktur Biro Promosi Kesehatan pemerintah, dikutip dari AFP.

De Silva mengatakan sekitar 5.500 ibu hamil telah terinfeksi virus Covid-19 dan sekitar 70 persen di antaranya telah divaksinasi lengkap.

Para ahli telah mendesak wanita hamil untuk mendapatkan suntikan vaksin setelah pejabat kesehatan Sri Lanka menyatakan varian Delta tampaknya bisa meningkatkan risiko gejala lebih parah.

Dokter kandungan dan ginekolog pemerintah, Harsha Atapattu mengatakan dirinya mendesak pengantin baru dan mereka yang sedang mencoba untuk memiliki bayi agar menundanya setidaknya satu tahun karena risiko Covid-19.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat telah memperingatkan agar tidak bepergian ke Brunei Darussalam, Sri Lanka dan Jamaika.

Baca juga: Pelaku Teror di Sri Lanka Disebut Rencanakan Serangan Lanjutan, Kepolisian Waspada

Baca juga: Nasib Mrs World Ditangkap Gara-gara Copot Paksa Mahkota Ratu Kecantikan Sri Lanka, Kini Viral

Sri Lanka telah memberlakukan kebijakan lockdown sejak Agustus yang diharapkan pemerintah dapat dicabut pada pertengahan September.

Tetapi, para ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Sri Lanka menyerukan untuk justru bisa menerapkan pembatasan yang lebih ketat hingga awal Oktober.

Sri Lanka berpenduduk sekitar 21 juta orang dan telah mencatat hampir 475.000 infeksi dengan lebih dari 10.500 kematian akibat virus Covid-19.

Tenaga kesehatan mengatakan jumlah sebenarnya bisa jauh lebih tinggi karena kurangnya pelaporan warga.

Rumah sakit juga sudah mulai kewalahan, meskipun ada upaya untuk mempercepat vaksinasi.

Hampir setengah dari total populasi di Sri Lanka telah menerima dua dosis vaksin. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkait Sri Lanka lain

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved