Virus Corona
Jadi Bahan Obat Herbal untuk Terapi Covid-19 di Vietnam, Kenali Manfaat Cengkeh bagi Kesehatan
Vietnam tengah mengembangkan obat herbal yang akan digunakan untuk terapi Covid-19.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Vietnam tengah mengembangkan obat herbal yang akan digunakan untuk terapi Covid-19.
Obat herbal yang dinamakan Vipdervir tersebut mengandung lima bahan utama yang seluruhnya merupakan herbal yang dikenal luas memiliki manfaat kesehatan.
Baca juga: Hindari saat Isolasi Mandiri Covid-19, Kenali Kebiasaan yang Berdampak Buruk bagi Paru-paru
Baca juga: Keluhan Berkepanjangan setelah Isolasi Mandiri, Kenali 14 Gejala Long Covid yang Sering Terjadi
Obat herbal tersebut telah lolos uji praklinis dan tengah masuk tahap uji klinis, dan diperkirakan akan mendapat lisensi untuk digunakan di Vietnam pada akhir tahun ini.
Hasil uji praklinis juga menunjukkan bahwa Vipdervir memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan Covid-19 dan memiliki efek peningkatan kekebalan pada hewan yang diuji.
“Kami berharap produk ini akan dilisensikan pada akhir tahun ini,” kata Deputi Direktur Departemen Diklat Iptek Kementerian Kesehatan Vietnam, Dr Nguyen Ngo Quang, dikutip dari Vietnam Net Global. Kamis (12/8/2021
Salah satu bahan yang digunakan adalah Syzygium aromaticum, yang di Indonesia dikenal dengan nama cengkeh.
Dilansir dari Healthline, cengkeh diketahui memiliki sifat antioksidan kuat yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh.
Bahkan dalam beberapa studi mengenai cengkeh disebutkan jika cengkeh dapat mendukung kesehatan hati dan menstabilkan kadar gula darah.
Cengkeh mengandung serat, vitamin, dan mineral, beberapa nutrisi penting lainnya.
Baca juga: Bisa Tingkatkan Imun saat Isolasi Mandiri Covid-19, Kenali Manfaat Herbal Pegagan bagi Kesehatan
Dalam satu sendok teh cengkeh yang setara dengan 2 gram mengandung beberapa senyawa, yaitu:
1. Kalori: 6
2. Karbohidrat: 1 gram
3. Serat: 1 gram
4. Mangan: 55% dari Nilai Harian (DV)
5. Vitamin K: 2% dari DV
Mangan atau manganese adalah mineral penting untuk menjaga fungsi otak dan membangun tulang yang kuat.
Selain sebagai sumber mangan yang kaya, cengkeh digunakan dalam jumlah kecil dan tidak memberikan nutrisi dalam jumlah yang signifikan.
Tetapi cengkeh juga memiliki sifat antioksidan yang kuat, yang bisa mengurangi stres oksidatif, yang dapat berkontribusi pada penurunan risiko penyakit kronis.
Itu berkat kandungan eugenol, yang bertindak sebagai antioksidan alami.
Faktanya, sebuah penelitian di dalam laboraturium menemukan bahwa eugenol efektif menghentikan kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas.
Bahkan eugenol dikatakan lima kali lebih efektif daripada vitamin E, yang juga dikenal sebagai antioksidan kuat.
Eugenol yang ditemukan dalam cengkeh juga telah terbukti memiliki sifat antikanker.
Tetapi, eugenol pada minyak cengkeh bisa menyababkan overdosis dan berpengaruh pada kerusakan hati, terutama pada anak-anak.
Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk batasan aman mengonsumsi eugenol yang terkandung dalam minyak cengkeh.
Selain itu, ada beberapa manfaat kesehatan lain yang bisa didapat dari cengkeh, yaitu:
1. Dapat membunuh bakteri
Cengkeh telah terbukti memiliki sifat antimikroba, yang berarti dapat membantu menghentikan pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri.
Satu penelitian laboraturium menunjukkan bahwa minyak esensial cengkeh membunuh tiga jenis bakteri umum, termasuk E. coli, yang merupakan strain bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan.
Sifat antibakteri cengkeh bahkan dapat membantu meningkatkan kesehatan mulut jika digunakan sebagai obat kumur.
2. Dapat menyehatkan hati
Studi menunjukkan bahwa senyawa bermanfaat dalam cengkeh dapat membantu meningkatkan kesehatan hati.
Satu penelitian pada hewan memberi makan tikus dengan campuran penyakit hati berlemak yang mengandung minyak cengkeh atau eugenol.
Hasilnya, dinyatakan jika eugenol bisa meningkatkan fungsi hati, mengurangi peradangan, dan mengurangi stres oksidatif
Itu juga diduga karena manfaat antioksidan yang dimiliki cengkeh, yang dapat membantu mencegah penyakit hati karena kemampuannya membantu mengurangi stres oksidatif.
3. Dapat membantu mengatur gula darah
Penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang ditemukan dalam cengkeh dapat membantu menjaga gula darah tetap terkendali.
Penelitian laboraturium dan hewan menunjukkan efek ekstrak cengkeh dan nigericin, senyawa yang ditemukan dalam cengkeh, baik pada sel otot manusia maupun pada tikus dengan diabetes.
Cengkih dan nigericin ditemukan dapat meningkatkan penyerapan gula dari darah ke dalam sel, meningkatkan sekresi insulin, dan meningkatkan fungsi sel yang memproduksi insulin.
4. Dapat meningkatkan kesehatan tulang
Beberapa senyawa dalam cengkeh telah terbukti membantu menjaga massa tulang.
Misalnya, sebuah penelitian pada hewan menemukan bahwa ekstrak cengkeh tinggi eugenol dapat memperbaiki beberapa penanda osteoporosis dan meningkatkan kepadatan dan kekuatan tulang.
Cengkih juga kaya akan mangan, sebuah mineral yang berkaitan dengan pembentukan tulang dan sangat penting untuk kesehatan tulang.
5. Dapat mengurangi sakit maag
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang ditemukan dalam cengkeh dapat membantu mengobati sakit maag.
Dalam satu penelitian pada hewan, minyak esensial dari cengkeh terbukti meningkatkan produksi lendir lambung.
Lendir lambung berfungsi sebagai penghalang dan membantu mencegah erosi lapisan lambung dari asam pencernaan.
Pengurangan lapisan pelindung perut merupakan penyebab utama dalam sakit maag.
Ini biasanya disebabkan oleh faktor-faktor seperti stres, infeksi, dan genetika. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)
Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ilustrassi-cengkeh.jpg)