Terkini Daerah
Yosef dan Istri MudaTertekan hingga Diperiksa Ulang, Psikolog: Bisa Jadi Keterangan Simpang Siur
Psikolog Forensik Reza Indragiri buka suara soal pemeriksaan ulang terhadap Yosef (55) dan sang istri muda, M, di Polda Jawa Barat (Jabar).
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Psikolog Forensik Reza Indragiri buka suara soal pemeriksaan ulang terhadap Yosef (55) dan sang istri muda, M, di Polda Jawa Barat (Jabar).
Yosef merupakan suami Tuti (55), wanita yang ditemukan tewas mengenaskan bersama sang anak, Amalia Mustika Ratu (23) dan jasadnya tertumpuk di dalam mobil Alphard.
Dilansir TribunWow.com, pengacara M, Robert Marpaung menyebut kliennya sampai tertekan karena berkali-kali diperiksa polisi hingga dituduh sebagai pembunuh Tuti dan Amalia.

Baca juga: Titik Terang Kasus Pembunuhan di Subang, Polisi Sudah Curigai Sejumlah Orang, Kenapa Belum Diungkap?
Baca juga: Fakta Baru Pembunuhan Ibu-Anak di Subang, Sosok Ini Kerap Bertamu Malam Hari ke Rumah Korban
Dalam kanal YouTube Kompas TV, Rabu (1/9/2021), Reza menyebut perasaan tersebut wajar dirasakan meski jika M bukanlah pembunuh ibu dan anak itu.
"Normatif biasa kita katakan 'Buat apa sih takut kalau kita benar?'," ujar Reza.
"Tapi ternyata realitasnya tidak sesederhana itu, singkatnya siapa sih yang suka dipanggil ke kantor polisi?"
"Tidak ada kan, jadi orang yang tidak bersalah sekali pun, tidak ada sangkut pautnya sekali pun, ketika menerima panggilan dalam rangka pemeriksaan itu rasa ketakutannya sudah bertambah sekian kali lipat."
"Dalam kondisi yang stres begitu, proses hukum jangan mengandalkan keterangan saksi," lanjutnya.
Selain itu, Reza menyinggung kemungkinan kesaksian Yosef dan M simpang siur hingga perlu diperiksa ulang.
Kesaksian simpang siur itu disebutnya juga bisa disebabkan karena tekanan yang dirasakan para saksi.
"Karena keterangan saksi bisa didistorsi, belok kanan belok kiri, dan gampang terfragmentasi," jelasnya.
"Seiring meningginya stres, seiring jangka waktu kejadian dan pemeriksaan semakin panjang, proses distorsi akan semakin parah."
"Ketika seseorang diperiksa ulang, di-BAP tambahan, boleh jadi karena ada kesan kesimpangsiuran keterangan dari yang diperiksa ini."
"Untuk memastikan dugaan itu bisa diuji kembali, maka yang bersangkutan dipanggil kembali," katanya.
Terkait olah TKP ulang yang dilakukan polisi, Reza pun menyinggung soal kesterilan lokasi kejadian.