Breaking News:

Virus Corona

Waspada saat Isolasi Mandiri, Covid-19 Bisa Picu Masalah Ginjal meski pada Pasien Tanpa Gejala

Studi di Journal of American Society of Nephrology, melaporkan sejumlah kasus penyintas Covid-19 yang mengalami masalah pada ginjalnya

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
health.clevelandclinic.org/
Ilustrasi sampel virus Covid-19. Covid-19 bisa memicu masalah ginjal pada pasien tanpa gejala. 

TRIBUNWOW.COM - Studi yang diterbitkan dalam Journal of American Society of Nephrology, melaporkan sejumlah kasus penyintas Covid-19 yang mengalami masalah pada ginjalnya. 

Beberapa di antaranya bahkan merupakan penyintas Covid-19 yang tidak mengalami gejala saat terinfeksi. 

Dilansir dari Bloomberg, studi tersebut menjelaskan jika cedera pada organ penyaringan darah dapat terjadi di antara orang-orang yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Baca juga: Meski Tanpa Gejala, Pasien Covid-19 Bisa Alami Masalah Serius saat Isolasi Mandiri, Kenali Risikonya

Baca juga: Jadi Efek Samping Vaksin, Miokarditis Juga Alasan untuk Jangan Olahraga Berat saat Isoman Covid-19

Dan risiko disebut meningkat seiring dengan tingkat keparahan Covid. 

Bahkan mereka juga menjelaskan bahwa isolasi mandiri tanpa masalah ginjal memiliki risiko hampir dua kali lipat lebih tinggi terkena penyakit ginjal stadium akhir, dibandingkan dengan seseorang yang tidak pernah menderita Covid.

Sayangnya, masalah yang terjadi pada ginjal sering kali tidak bisa diidentifikasi sejak awal.

Data dalam laporan tersebut menunjukkan 7,8 orang per 10 ribu pasien Covid ringan hingga sedang ini mengalami masalah ginjal yang serius.

“Ini bukan jumlah yang kecil, jika Anda mengalikan dengan jumlah besar orang Amerika dan juga secara global yang mungkin berakhir dengan penyakit ginjal stadium akhir,” kata Ziyad Al-Aly, direktur pusat epidemiologi klinis di Sistem Perawatan Kesehatan Louis di Missouri, Rabu (1/9/2021).

"Ini benar-benar besar, dan itu benar-benar akan menentukan hidup kita mungkin untuk dekade berikutnya atau lebih."

Al-Aly, juga merupakan orang yang memimpin tim penelitian tersebut.

Baca juga: Bantu Jaga Sistem Imun saat Isoman Covid-19, 6 Herbal Ini Juga Punya Khasiat Sehatkan Jantung

Pada bulan April, dia bersama timnya mengumpulkan data yang dikumpulkan selama perawatan rutin dari Administrasi Kesehatan Veteran (VA).

Data tersebut digunakan untuk mendokumentasikan rangkaian efek melemahkan yang mengganggu para penyintas Covid beberapa bulan setelah diagnosis. 

Beberapa masalah yang di data mulai dari pembekuan darah, stroke, diabetes. dan kesulitan bernaas hingga kerusakan jantung, hati dan ginjal, depresi, kecemasan dan kehilangan ingatan.

Seperti diketahui, beberapa masalah tersebut juga bisa menyerang penyintas Covid-19 yang tidak merasakan gejala saat terinfeksi. 

Masalah itu juga berkontribusi pada keluhan yang dialami oleh penderita long Covid. 

Penelitian terbaru Al-Aly membandingkan risiko kondisi terkait ginjal pada 89.216 pengguna VA yang selamat dari Covid dengan lebih dari 1,7 juta orang tanpa Covid-19.

“Apa yang benar-benar bermasalah tentang penyakit ginjal adalah bahwa penyakit itu benar-benar diam, tidak benar-benar bermanifestasi dalam rasa sakit atau gejala lainnya,” kata Al-Aly, yang juga bekerja sebagai ahli nefrologi.

Temuannya cukup menambah daftar panjang masalah kesehatan yang bisa disebabkan oleh Covid-19.

Pasien Covid yang tidak dirawat di rumah sakit memiliki peningkatan risiko 23 persen menderita cedera ginjal akut dalam waktu enam bulan.

Cedera akut biasanya berkaitan dengan kondisi yang menghambat pembuangan limbah dan racun dari darah.

Dokter yang merawat para penyintas Covid juga harus waspada terhadap spektrum penyakit ginjal yang luas di antara pasien-pasien ini, menurut Al-Aly.

Dia meminta dokter memasukkan kemungkinan adanya masalah ginjal terhadap pasien Covid-19 atau penyintas Covid-19

Hal ini agar dokter bisa melakukan pengecekan awal yang sangat dibutuhkan. 

“Jika ini benar-benar terjadi pada skala yang lebih luas, dan kami pikir memang demikian, hanya masalah waktu sebelum kita melihat semua orang ini datang ke klinik, membutuhkan dialisis, membutuhkan transplantasi yang menempatkan banyak beban pada pasien," ujarnya.

"Masalah tersebut juga akan benar-benar sangat mahal untuk sistem perawatan kesehatan,” katanya. (Teibunwow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved