Terkini Nasional
Pegawai Pria KPI Pusat Curhat Dilecehkan 8 Rekan Kerja Sesama Jenis, Pakaian Dilucuti Paksa Pelaku
Di media sosial beredar curhatan seorang karyawan KPI Pusat yang dilecehkan dan di-bully oleh rekan kerjanya.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Lewat media sosial (medsos), seorang pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat membagikan pengalaman pahitnya dilecehkan dan mengalami perundungan oleh sesama rekan kerjanya sejak 2012.
Korban yang merupakan pria berinisial MS menjadi korban pelecehan delapan rekan kerjanya yang terjadi di lingkungan kerja KPI Pusat dan gedung baru KPI Pusat, di wilayah Jakarta Pusat.
Pelecehan yang dialami oleh korban mulai dari dirinya dipaksa tanpa busana hingga alat vitalnya difoto oleh pelaku.
Baca juga: Bunuh Suami seusai Tolak Ajakan Berhubungan, Istri di Serang Langsung Kurung Diri di Kamar
Baca juga: Kenapa Yosef dan Istri Muda Diperiksa Terus Menerus? Ahli Ungkit Rasa Takut dan Stres Saksi
Dikutip TribunWow.com dari TribunJakarta.com, curhatan korban viral yang berjudul 'Tolong Pak Jokowi, Saya Tak Kuat Dirundung dan Dilecehkan di KPI, Saya Trauma'.
Identitas kedelapan pelaku yang semuanya pria itu adalah RM alias O, TS, SG, RT, FP, EO, CL, dan TK.
Berikut kutipan isi curhatan yang ditulis oleh korban:
“Sepanjang 2012-2014, selama 2 tahun saya dibully dan dipaksa untuk membelikan makan bagi rekan kerja senior.
Mereka bersama sama mengintimidasi yang membuat saya tak berdaya.
Padahal kedudukan kami setara dan bukan tugas saya untuk melayani rekan kerja.
Tapi mereka secara bersama sama merendahkan dan menindas saya layaknya budak pesuruh" tulis MS.
MS mengaku dirinya sering menerima perundungan dan pelecehan oleh para rekan kerjanya.
Ia bercerita, kejadian paling parah adalah ketika dirinya ditelanjangi paksa lalu bagian sensitifnya difoto oleh pelaku.
"Semoga foto telanjang saya tidak disebar dan diperjualbelikan di situs online,” tulisnya.
Akibat perundungan dan pelecehan yang ia alami, korban mengaku trauma dan stres.
Namun dirinya menegaskan tidak bisa keluar dari pekerjaannya karena harus menafkahi anak dan istri.