Virus Corona
Bisa Dikenali saat Isolasi Mandiri, Ini Tanda Awal Seseorang Berpotensi Alami Long Covid
Sebuah penelitian mengungkap tanda yang bisa dikenali jika seseorang akan mengalami long Covid.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Sebuah penelitian mengungkap tanda yang bisa dikenali jika seseorang akan mengalami long Covid.
Ada beberapa hal yang disebut mempengaruhi long Covid seperti gejala, usia, dan keparahan infeksi Covid-19.
Melansir dari Medical News Today, long Covid telah menjadi masalah yang nyata di tengah pandemi Covid-19 yang terus meningkat.
Baca juga: Faktor Risiko Covid-19, Kontrol Darah Tinggi dengan Konsumsi 9 Hal Ini saat Isolasi Mandiri
Baca juga: Jangan Isolasi Mandiri, Ini 7 Kondisi Kesehatan yang Rentan Alami Keparahan akibat Covid-19
Selain berpotensi mengalami penyakit parah atau fatal selama beberapa minggu pertama infeksi Covid-19, pasien juga masih berisiko mengalami penurunan kualitas hidup akibat Covid-19.
Dan hal itu bisa berlangsung berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan setelah pasien sembuh dari Covid-19.
Meski sebagian besar pasien Covid-19 mengalami gejala ringan dan pulih dalam 2-3 minggu setelah timbulnya gejala.
Sebagian orang yang bahkan mengalami gejala ringan berpotensi mengalami long Covid.
Individu dengan kondisi ini dapat mengalami penyakit yang berkepanjangan, terlepas dari keparahan gejala selama fase akut infeksi.
Meskipun presentasi gejala bervariasi dan gejala umum long Covid di antaranya adalah kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, dan depresi.
Bahkan dikatakan jika sekitar 1 dari 5 orang cenderung mengalami gejala Covid-19 setelah 5 minggu.
Baca juga: Studi Ungkap 1 dari 7 Anak Terdampak Long Covid hingga Lebih dari 3 Bulan setelah Isoman Covid-19
Dan gejala ini bertahan lebih dari 12 minggu pada sekitar 10% dari semua orang dengan infeksi Covid-19.
Kelompok studi Therapies for long Covid (TLC), di University of Birmingham di Inggris, menganalisis 27 studi tentang long Covid.
Hal itu dilakukan untuk menggambarkan gejala yang paling umum dan mendapatkan wawasan tentang prediktor penyakit berkepanjangan.
Mereka menemukan bahwa individu yang menunjukkan lebih dari lima gejala selama minggu pertama penyakit memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengembangkannya.
“Salah satu tantangan dalam menilai seseorang dengan long Covid adalah luasnya gejala yang dilaporkan orang dan yang telah diterbitkan dalam literatur,” kata Dr. Shamil Haroon yang merupakan salah satu peneliti di sana.
“Tinjauan sistematis kami memungkinkan kami untuk menggabungkan hasil penelitian sebelumnya tentang long Covid untuk menghasilkan perkiraan prevalensi gejala yang paling umum."
"Kami telah menggunakan ini untuk mengembangkan kuesioner beban gejala untuk long Covid yang secara holistik dan menilai berbagai gejala yang berpotensi terkait sambil memberikan ukuran obyektif dari beban gejala serta dampaknya pada kehidupan masyarakat.”
Mereka menemukan bahwa kelelahan, kesulitan bernapas, nyeri otot, nyeri sendi, sakit kepala, dan perubahan indra penciuman dan perasa adalah beberapa gejala yang paling umum selama sakit.
Para peneliti juga sering mengamati gangguan tidur dan gejala kognitif, seperti masalah memori dan konsentrasi, pada individu dengan kondisi ini.
Faktor Risiko
Faktor-faktor lain yang terkait dengan peningkatan risiko pengembangan long Covid termasuk usia yang lebih tua, menjadi perempuan, dan memiliki kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya.
Usia dan kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya juga memengaruhi jumlah gejala yang bertahan selama long Covid.
Para peneliti juga menemukan bahwa long Covid berdampak negatif pada kualitas hidup subjektif, kesehatan mental, dan pekerjaan pada sejumlah besar yang mengalaminya.
Mayoritas peserta dalam studi melaporkan sendiri penurunan kualitas hidup, bahkan berbulan-bulan setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19.
Satu penelitian melaporkan bahwa hampir 1 dari 4 orang yang dirawat di rumah sakit saat terinfeksi Covid-19 memiliki gejala kecemasan atau depresi pada 6 bulan setelah timbulnya gejala.
Sebuah studi terpisah menemukan bahwa individu yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 akut berada pada peningkatan risiko gangguan stres pasca-trauma (PTSD).
Dukungan sosial yang tidak memadai, stigmatisasi, jenis kelamin perempuan, dan jumlah gejala yang berkepanjangan dikaitkan dengan gejala PTSD yang parah.
Komplikasi yang melibatkan banyak sistem organ, termasuk sistem pernapasan, gastrointestinal, kardiovaskular, dan saraf, diketahui terjadi selama fase akut Covid-19. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)