Breaking News:

Viral Medsos

Fakta Viral Pria Pegawai KPI Ngaku Sering Dibully dan Dilecehkan Rekan Kerja: Tolong Saya

Seorang pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat berinisial MS, membuat heboh publik lantaran mengaku dibully dan dilecehkan rekan kerjanya.

Editor: Lailatun Niqmah
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi korban perundungan dan pelecehan. ┬áSeorang pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat berinisial MS, membuat heboh publik lantaran mengaku dibully dan dilecehkan rekan kerjanya. 

TRIBUNWOW.COM - Seorang pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat berinisial MS, membuat heboh publik lantaran mengaku dibully dan dilecehkan rekan kerjanya.

Pesan singkat korban yang menceritakan kejadian buruk itu kemudian beredar luas di aplikasi pesan singkat.

Korban berharap, tersebarnya pesannya itu bisa membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil sikap dan menolongnya.

Baca juga: Bocah Laki-laki 10 Tahun Dicabuli 10 Pria Bertopeng lalu Diturunkan di Jalanan, Ini Kronologinya

Dalam pesan itu, MS menceritakan bahwa kejadian tersebut telah dialaminya sejak 2012 silam.

"Sepanjang 2012-2014, selama 2 tahun saya dibully dan dipaksa untuk membelikan makan bagi rekan kerja senior," tulis MS dalam pesan yang diterima Tribunnews.com, Rabu (1/9/2021). 

Dirinya menyatakan, kalau selama ini selalu menerima tindakan intimadasi dari rekan kerja yang dinilainya sudah senior.

Adapun, diketahui MS sendiri merupakan karyawan kontrak yang bekerja di KPI.

Ironisnya terduga pelaku yang ada dalam insiden ini merupakan sesama pria.

"Padahal kedudukan kami setara dan bukan tugas saya untuk melayani rekan kerja. Tapi mereka secara bersama sama merendahkan dan menindas saya layaknya budak pesuruh," ucapnya.

Dirinya mengatakan, sudah tak terhitung berapa kali rekan kerjanya tersebut melecehkan, memukul, memaki, dan merundung tanpa bisa dirinya melawan.

Hal itu karena MS hanya melawan seorang diri sedangkan para terduga pelaku melakukannya secara beramai-ramai.

Kejadian tersebut, kata dia, membuatnya merasa trauma dan kehilangan kestabilan emosi.

Bahkan kata dia, kondisi ini telah membuat dirinya merasa stres merasa dihinakan bahkan mengalami trauma yang berat.

"Kadang di tengah malam, saya teriak teriak sendiri seperti orang gila. Penelanjangan dan pelecehan itu begitu membekas, diriku tak sama lagi usai kejadian itu, rasanya saya tidak ada harganya lagi sebagai manusia, sebagai pria, sebagai suami, sebagai kepala rumah tangga," tuturnya.

Baca juga: Kronologi Pria Lecehkan Istri Teman yang Sedang Tidur, Korban Berhasil Lolos setelah Lakukan Hal Ini

Tak tinggal diam, MS mengaku sudah membuat laporan ke berbagai pihak, termasuk Komnas HAM hanya saja dirinya diminta untuk meneruskan laporan tersebut terlebih dahulu ke pihak kepolisian.

Kendati begitu, keputusannya untuk membuat laporan ternyata malah membuat rekannya makin merundung dan mencibir dengan menyatakan kalau dirinya merupakan makhluk yang lemah.

"Sejak pengaduan itu, para pelaku mencibir saya sebagai manusia lemah dan si pengadu. Tapi mereka sama sekali tak disanksi dan akhirnya masih menindas saya dengan kalimat lebih kotor," ucapnya.

MS bahkan mengaku sempat tidak kuat untuk melanjutkan pekerjaan di KPI, hanya saja dirinya menyebut tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk tetap bisa bekerja.

"Saya tidak kuat bekerja di KPI Pusat jika kondisinya begini. Saya berpikir untuk resign, tapi sekarang sedang pandemi Covid-19 dimana mencari uang adalah sesuatu yang sulit," kata MS.

Di akhir pesan tersebut, dirinya berharap mendapat atensi lebih dari Presiden RI Joko Widodo untuk dapat menindaklanjuti insiden ini.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved