Terkini Internasional
Ingin Kurangi Beban Siswa, China Atur Jumlah Ujian Tertulis dan Pekerjaan Rumah
China mengumumkan kebijakan melarang anak-anak berusia enam dan tujuh tahun melakukan ujian tertulis dan membatasi pemberian PR
Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM – China kembali mengumumkan kebijakan terbarunya terkait pendidikan yang membatasi pemberian ujian tertulis dan pekerjaan rumah bagi siswa dalam konferensi pers oleh Kementerian Pendidikan China pada Senin, (30/8/2021).
Dilansir dari Pandaily, kebijakan itu mulai diterapkan pada 1 September mendatang menandai dimulainya semester baru bagi taman kanak-kanak, sekolah dasar dan sekolah menengah, kecuali bagi sekolah yang masih ditutup karena pandemi Covid-19.
Larangan ini dipandang sebagai upaya China meringankan beban siswa dan orang tua.

Baca juga: China Ilegalkan Budaya Kerja Populer 996 ala Jack Ma dan Alibaba, Simak Penjelasannya
Baca juga: China Hapus Nama-nama Artis yang Terlibat Skandal dari Internet, Kris Wu hingga Zheng Shuang
Sebelumnya, siswa di China memiliki kewajiban mengerjakan ujian tertulis sejak kelas satu hingga usia 18 tahun ketika memasuki universitas.
Ujian yang terlalu sering dapat membebani dan menekan siswa sehingga China memberlakukan pembatasan jumlah ujian yang dapat dilakukan sekolah tiap semesternya.
Siswa kelas satu dan dua sekolah dasar tidak perlu melaksanakan ujian tertulis, sementara untuk siswa kelas lain, hanya akan ada satu kali ujian di akhir semester.
Dikutip dari Independent, pada bulan Juli lalu, Beijing melarang seluruh perusahaan bimbingan belajar swasta beroperasi di negaranya untuk meringankan beban keuangan orang tua.
Hal itu juga dilakukan untuk meningkatkan kesetaraan pendidikan karena banyak orang tua dengan kemampuan ekonomi tinggi bersedia menghabiskan banyak uang untuk pendidikan anaknya.
Baca juga: Kasus Covid-19 di China Meningkat Tajam setelah Varian Delta Melanda Beijing, Terparah sejak 7 Bulan
"Ujian adalah bagian penting dari pendidikan sekolah tetapi beberapa sekolah memiliki masalah seperti ujian berlebihan yang menyebabkan beban pada siswa, ini harus diperbaiki,” ungkap Kementerian Pendidikan China dalam konferensi pers pada Senin, (30/8/2021).
Selain itu, sekolah dilarang memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada siswa kelas satu.
China juga membatasi pekerjaan rumah bagi siswa sekolah menengah pertama hingga batas 1,5 jam saja semalam.
Langkah itu menjadi bentuk reformasi China di bidang pendidikan.
Diketahui, aplikasi pembelajaran bahasa milik Amerika, Duolingo juga sudah tidak tersedia di China setelah pengumuman tersebut. (TribunWow.com/Alma Dyani P).