Terkini Nasional
Somasi Haris Azhar, Begini Reaksi Luhut Binsar Pandjaitan saat Disebut Main Bisnis Tambang di Papua
Pengacara Juniver Girsang mengungkapkan reaksi Luhut Binsar Pandjaitan saat mendengar pernyataan Haris Azhar yang dianggap menuduhnya bermain tambang.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Rekarinta Vintoko
Untuk sementara, pihak Luhut dalam somasinya hanya ingin mengetahui motif serta bukti atas apa yang disampaikan oleh Haris.
"Kata-kata 'Bermain' ini konsekuensi hukumnya Haris Azhar juga tahu tentu kita minta pembuktiannya. Makanya di somasi kami jelas tidak muluk-muluk kami meminta," kata Juniver.
"Yang pertama kami minta kepada beliau terkait motif penyebutan, kemudian bukti dan fakta yang menyatakan Luhut Binsar Padjaitan bermain," tegasnya.
Simak videonya mulai menit ke 6.50:
Video dialog Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti yang diunggah di YouTube bertajuk "Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-OPS Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!! NgeHAMtam".
Perbincangan itu membahas hasil riset dari berbagai lembaga terkait persoalan tambang.
Antara lain YLBHI KontraS, WALHI, Jatam dan lain-lain.
Di dalamnys disinggung adanya para pejabat atau petinggi atau purnawirawan TNI AD di balik rencana eksploitasi tambang emas daerah Blok Wabu di Kabupaten Intan Jaya.
Juru Bicara Menko Marves, Jodi Mahardi pun membantah kabar tersebut.
Menurut Jodi, tidak benar bahwa Luhut terlibat dalam bisnis-bisnis tambang yang dimaksud.
"Terkait video percakapan saudara Haris Azhar dan saudari Fatia Maulidiyanti bahwa Pak Luhut atau PT Toba Sejahtera melakukan bisnis-bisnis tambang di Papua, kami mohon keduanya dapat segera memberikan klarifikasi dan bukti," ujar Jodi dikutip Kompas.com, Selasa (24/8/2021).
"Karena hal tersebut tidak benar dan tidak berdasarkan fakta," tuturnya.
Jodi melanjutkan, video percakapan tersebut bisa menimbulkan fitnah karena saat ini sudah tersebar luas di kalangan masyarakat.
Dia menilai, percakapan itu mengandung unsur kampanye negatif yang pernah ditujukan kepada Luhut sebelumnya.
"Kampanye negatif ini mirip dengan fitnah yang pernah dibuat oleh saudara Djoko Edhie mengenai kepemilikan saham 51 persen Pak Luhut di PT Zyrex yang juga ikut disebarkan oleh politikus," ucap Jodi.