Terkini Daerah
12 Tahun Jadi Istri Muda, M Sudah 1 Tahun Tak Komunikasi dengan Istri Tua Yosef, Ponsel pun Disita
Hingga kini, misteri kematian ibu bernama Tuti (55) dan anaknya, Amalia Mustika Ratu (23), asal Subang, Jawa Barat, belum juga terungkap.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
Suami Tuti Sewa Pengacara
Polisi menyita ponsel milik Yosef (55), suami Tuti (55), ibu yang ditemukan tewas di bagasi mobil Alphard bersama anaknya, Amelia Mustika Ratu (23).
Dilansir TribunWow.com, penyitaan ponsel pria warga Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat itu disita demi mendukung terungkapnya teka-teki kematian Tuti dan Amelia.
Kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat, menyebut kliennya masih sangat terpukul atas kematian kedua wanita itu.
"Ponselnya diambil polisi untuk mendukung proses penyelidikan kasus ini," ujar Rohman.
"Yang pasti pak Yosef sangat kooperatif, dia merasa sangat terpukul atas kematian ibu Tuti dan Amelia Mustika Ratu."
Meski ponsel Yosef disita, kata Rohman, polisi belum menetapkan satu pun tersangka kasus pembunuhan sadis tersebut.
Penyitaan itu semata hanya untuk penyelidikan dan mengungkap bukti.
"Pak Yosef masih saksi. Kemarin beliau dipanggil lagi untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas kasus dugaan pembunuhan dan pembunuhan berencana," sambungnya.
Rohman melanjutkan, Yosef sudah tiga kali memenuhi panggilan polisi.
Baca juga: Misteri Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Keluarga Ungkap Hubungan Tuti dan Suaminya Tidak Harmonis
Pasalnya, Yosef disebutnya masih sangat terpukul dengan kematian Tuti dan Amelia.
"Pak Yosef cerita bahwa dia sangat terpukul dan tak menyangka anak dan istrinya berakhir seperti ini. Makanya dia benar-benar akan kooperatif mengungkap kasus ini."
Saat datang di kantor polisi, Yosef pun selalu ditemani Rohman.
Sang pengacara beralasan menemani Yosef karena berteman dekat dengan pria 55 tahun itu.
"Saya diminta mendampingi pak Yosef karena ternyata penyelidikan polisi dalam kasus ini menggunakan Pasal 338 dan Pasal 340 KUH Pidana yang konsekuensinya berat sekali."