Virus Corona
Selain Cegah Dehidrasi, Ini Manfaat Harus Cukup Minum Air Putih bagi yang Isoman Covid-19
Pasien Covid-19 selalu dianjurkan untuk minum cukup air putih selama isolasi mandiri.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Pasien Covid-19 selalu dianjurkan untuk minum cukup air putih selama isolasi mandiri alias isoman.
Dengan minum air putih yang cukup, tubuh akan terhindar dari dehidrasi yang bisa berakibat memburuknya kesehatan pasien Covid-19.
Karena ketika terinfeksi Covid-19 pasien membutuhkan energi lebih untuk melawan virus dan metabolisme di dalam tubuh juga terganggu akibat virus.
Baca juga: Jika Positif Covid-19 Apa yang Harus Dilakukan Pertama Kali? Ingat 13 Tips Isolasi Mandiri di Rumah
Baca juga: Perlukah Melakukan Disinfeksi? Ini Tips Bersihkan Ruangan Pasca-isolasi Mandiri Pasien Covid-19
Terlebih jika sedang demam atau mengalami batuk-batuk konsumsi cairan yang cukup sangat dibutuhkan.
Melansir dari Healthline, biasanya untuk memenuhi kebutuhan cairan akan disarankan memimun 230 ml atau sekitar 2 liter air per hari.
Meski ada ilmu tentang bagaimana angka itu bisa didapat, tetapi pada prinsipnya terhidrasi itu penting karena 60 persen tubuh manusia adalah cairan.
Berikut manfaat kesehatan dari minum air putih yang cukup:
1. Memaksimalkan kinerja fisik
Kinerja fisik bisa menurun ketika seseorang sedang mengalami dehidrasi.
Dehidrasi dapat memiliki efek yang nyata jika tubuh kehilangan sedikitnya 2% dari kadar air.
Dalam kondisi umum, banyak ditemukan atlet kehilangan sebanyak 6-10% dari berat air mereka melalui keringat.
Baca juga: Pasien Isoman juga Memiliki Risiko Gangguan Jantung setelah Terinfeksi Covid-19, Kenali Gejalanya
Hal ini dapat menyebabkan perubahan kontrol suhu tubuh, penurunan motivasi, dan peningkatan kelelahan.
Itu juga dapat membuat olahraga terasa jauh lebih sulit, baik secara fisik maupun mental.
Hidrasi optimal telah terbukti mencegah hal ini terjadi, dan bahkan dapat mengurangi stres oksidatif yang terjadi selama latihan intensitas tinggi.
Ini tidak mengejutkan karena otot mengandung sekitar 80 persen air.
2. Secara signifikan mempengaruhi tingkat energi dan fungsi otak
Otak sangat dipengaruhi oleh status hidrasi tubuh.
Studi menunjukkan bahwa bahkan dehidrasi ringan, seperti kehilangan 1-3% dari berat badan, dapat merusak banyak aspek fungsi otak.
Para peneliti menemukan bahwa kehilangan cairan sebesar 1,4 persen setelah berolahraga mengganggu mood dan konsentrasi. Itu juga meningkatkan frekuensi sakit kepala.
Mereka menemukan bahwa kehilangan cairan sebesar 1,6% merusak memori kerja dan meningkatkan perasaan cemas dan lelah.
Kehilangan cairan 1-3% sama dengan sekitar 0,5kg hingga 2 kg dari berat badan untuk seseorang dengan berat 68 kg.
Ini dapat dengan mudah terjadi melalui aktivitas normal sehari-hari, apalagi saat berolahraga atau panas tinggi.
Banyak penelitian lain, dengan subjek mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang lebih tua, telah menunjukkan bahwa dehidrasi ringan dapat merusak suasana hati, memori, dan kinerja otak.
3. Mencegah dan mengobati sakit kepala
Pada beberapa individu, dehidrasi dapat memicu sakit kepala dan migrain.
Penelitian telah menunjukkan bahwa sakit kepala adalah salah satu gejala dehidrasi yang paling umum.
Misalnya, sebuah penelitian pada 393 orang menemukan bahwa 40 persen peserta mengalami sakit kepala akibat dehidrasi.
Terlebih lagi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum air putih dapat membantu meredakan sakit kepala pada mereka yang sering mengalami sakit kepala.
Namun, tidak semua penelitian setuju, dan para peneliti telah menyimpulkan bahwa karena kurangnya penelitian berkualitas tinggi, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi bagaimana meningkatkan hidrasi dapat membantu memperbaiki gejala sakit kepala dan mengurangi frekuensi sakit kepala.
Baca juga: Baik Diminum setiap Pagi Hari, Ini 4 Alasan Harus Konsumsi Jus Seledri yang Baik untuk Kesehatan
4. Meringankan sembelit
Sembelit adalah masalah umum yang ditandai dengan jarangnya buang air besar dan kesulitan buang air besar.
Meningkatkan asupan cairan sering direkomendasikan sebagai bagian dari protokol perawatan, dan ada beberapa bukti yang mendukung hal ini.
Konsumsi air yang rendah tampaknya menjadi faktor risiko sembelit pada individu yang lebih muda dan lebih tua.
5. Mencegah dan Mengatasi Batu Ginjal
Batu ginjal adalah gumpalan kristal mineral yang menyakitkan yang terbentuk di sistem kemih.
Bentuk paling umum adalah batu ginjal, yang terbentuk di ginjal.
Ada bukti terbatas bahwa asupan air dapat membantu mencegah kekambuhan pada orang yang sebelumnya pernah terkena batu ginjal.
Asupan cairan yang lebih tinggi meningkatkan volume urin yang melewati ginjal. Ini mengencerkan konsentrasi mineral, sehingga mereka cenderung tidak mengkristal dan membentuk gumpalan.
Air juga dapat membantu mencegah pembentukan awal batu, tetapi penelitian diperlukan untuk memastikan hal ini.
6. Membantu penurunan berat badan
Minum banyak air juga disebut-sebut dapat membantu menurunkan berat badan.
Ini karena air dapat meningkatkan rasa kenyang dan meningkatkan laju metabolisme.
Beberapa bukti menunjukkan bahwa meningkatkan asupan air dapat meningkatkan penurunan berat badan dengan sedikit meningkatkan metabolisme yang dapat meningkatkan jumlah kalori yang dibakar setiap hari. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)