Terkini Daerah
Motif Pria di Pontianak Nekat Bakar Rumah Ibunya, Tak Diizinkan Jual Rumah hingga Sering Minta Uang
Polisi berhasil menangkap pelaku pembakaran rumah di Jalan Sawo, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak. Ini motifnya.
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Polisi berhasil menangkap pelaku pembakaran rumah di Jalan Sawo, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).
Dilansir Kompas.com, pelaku yang diketahui bernama Saifudin (26), tak lain adalah anak kandung dari pemilik rumah, Nursinah (52).
Berdasarkan pemeriksaan sementara, Saifudin sengaja membakar rumah ibunya lantaran tak diizinkan menjual rumah tersebut.
Baca juga: Ibu Sedang Tertidur di Kamar, Pemuda ODGJ di Polewali Mandar Sulbar Nekat Bakar Rumahnya Sendiri
Hal itu diungkapkan Kapolsek Pontianak Barat AKP Muslimin saat dihubungi pada Senin (23/8/2021).
Menurut Muslimin, sebelum peristiwa kebakaran, tersangka dan ibunya sempat cekcok.
Tersangka disebut kerap meminta uang untuk keperluan yang tidak jelas.
“Pelaku nekat membakar rumah karena masalah keluarga, tersangka meminta ibunya menjual rumah, hasilnya untuk usaha, tapi belum tahu usaha apa. Lalu tersangka meminta surat-surat rumah, tapi tak diberikan,” kata Muslimin saat dihubungi, Senin (23/8/2021).
Sebagai informasi, rumah tersebut didiami Nursinah (52) bersama 3 anaknya, masing-masing Saifudin (26), Riski Maulana (21), dan Sarah (10).
Namun, pada saat kejadian, Nursinah bersama dua anaknya, Riski Maulana dan Sarah tengah menginap ke rumah kerabat.
Dalam pemeriksaan, alasan Nursinah membawa 2 anaknya menginap ke rumah kerabat karena cekcok dengan Saifudin, yang kerap meminta uang untuk keperluan yang tidak jelas.
Baca juga: Jokowi Umumkan PPKM Diperpanjang hingga 30 Agustus, Luhut: PPKM akan Terus Berlaku selama Pandemi
Saifudin juga disebut pernah meminta sertifikat rumah untuk dijual.
Bahkan, pada Rabu pukul 15.00 WIB, Saifudin mengirim mengirim pesan WhatsApp kepada ibunya Nursinah yang bermakna bahwa rumah tersebut sebaiknya dibakar karena tak bisa dijual.
Namun pesan tersebut belum dibaca Nursinah, sehingga Saifudin menyusul ke rumah kerabatnya untuk bertanya kenapa belum membaca pesan itu.
Setelah itu, Saifudin langsung pergi.
“Tak lama kemudian, terjadilah kebakaran itu,” jelas Rully.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/rumah-pontianak-kalimantan-barat-dikabar.jpg)