Breaking News:

HUT Kemerdekaan RI

Fakta Viral Pria Panjat Tiang saat Pengait Bendera Terlepas: Bambunya Goyang tapi Tak Ada Rasa Takut

Viral di media sosial video seorang pria yang memanjat tiang bendera dari bambu, saat peringatan HUT ke-76 RI.

Editor: Lailatun Niqmah
KOMPAS.com/TANGKAPAN LAYAR VIDEO
Soleman Sairo (29) sedang memanjat tiang bendera saat memperingati HUT ke-76 Republik Indonesia hingga viral di media sosial. 

TRIBUNWOW.COM - Viral di media sosial video seorang pria yang memanjat tiang bendera dari bambu, saat peringatan HUT ke-76 RI.

Peristiwa itu terjadi di Desa Ubu Pede, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sosok pria yang memanjat tiang bendera demi berkibarnya merah putih itu adalah Soleman Sairo (29), warga Kampung Gollu Kadamo, Desa Bera Dolu.

Baca juga: Viral Mobil Goyang di Sumenep, si Wanita Panik Sembunyikan Dalaman Pakai Kaki saat Digerebek

Saat itu, Soleman mengikuti upacara dan berada di barisan para perangkat desa.

Menurut Camat Loli Semuel Lango Manupele, tinggi tiang bendera itu kurang lebih 14 meter.

Semuel mengatakan, upacara bendera tersebut adalah peringatan HUT ke-76 RI tingkat Kecamatan Loli yang digelar di Desa Ubu Pede.

"Benar. Pada saat bendera naik sampai di pertengahan tiang, itu angin kencang. Bendera ini dikait pakai pengait. Talinya pakai pengait."

"Jadi yang lepas itu dari ikatan (pada bagian bendera yang berwarna) merah. Itu karena angin kencang, benderanya tertiup angin," kata Semuel saat dihubungi Kompas.com, Selasa (17/8/2021) siang.

Ia menjelaskan, dalam upacara tersebut diikuti oleh semua unsur pemerintahan desa dan kelurahan yang berada di Kecamatan Loli, Sumba Barat.

Selain itu, ada perwakilan dari sejumlah institusi pendidikan, tim penggerak PKK tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa di wilayah itu.

Adapun, pria yang memanjat tiang bendera dalam video tersebut adalah Kepala Urusan (Kaur) Umum Desa Bera Dolu, Kecamatan Loli bernama Soleman Sairo (29).

Soleman berdomisili di Kampung Gollu Kadamo, Desa Bera Dolu.

Saat itu, Soleman mengikuti upacara dan berada di barisan para perangkat desa.

Menurut Semuel, tinggi tiang bendera itu kurang lebih 14 meter.

Ia menambahkan, ada seorang anggota Paskibraka yang sempat memanjat tiang tersebut untuk membetulkan pengait yang terlepas.

Namun, usaha anggota Paskibraka tidak membuahkan hasil karena tiang bendera yang terbuat dari bahan bambu yang sudah dicat itu licin.

Hal tersebut disebabkan oleh hujan gerimis yang terjadi sebelum upacara.

Phobia Ketinggian

Dihubungi secara terpisah, Soleman mengaku bahwa tindakan memanjat tiang bendera merupakan aksi spontan dari dirinya.

"Tadi saat bendera dinaikkan, kan nanyikan Lagu Indonesia Raya. Kita sementara hormat bendera. Setelah benderanya sudah (naik di ketinggian setengah tiang), saya terharu."

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved