Terkini Nasional
Respons Anies Baswedan saat Dipaksa Bahas Rencana Nyapres di Pilpres 2024: Tuntaskan Dulu Amanat
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan buka suara soal keinginannya maju di Pilpres 2024.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Atri Wahyu Mukti
Selain Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga digadang-gadang bisa menjadi penentu hasil Pilpres 2024.
Hal ini disampaikan oleh Pengamat politik Wempy Hadir dalam diskusi daring yang digelar ParaSyndicate, Rabu (30/6/2021).
Dia menilai meski Jokowi hanyalah petugas partai, namun posisinya sebagai presiden membuat kekuasaan dapat dikendalikan olehnya.
"Apalagi Jokowi orangnya cukup bersih dan sederhana sehingga kesetiaan pembantu beliau itu sangat tinggi. Oleh karena itu kemanapun arah politik yang didorong Pak Jokowi ini juga akan menentukan arah presiden pada 2024," kata Wempy, dikutip dari Tribunnews.com.
Kedua, Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.
Baca juga: Kondisi Harimau Sumatera di Ragunan yang Terkena Covid-19, Anies Baswedan: Lemas dan Sesak Napas
Baca juga: 2 Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies Baswedan: Tidak Ada Pilihan
Menurut Wempy, kemenangan dua kali berturut-turut PDIP dalam Pemilu membuat Megawati layak menjadi penentu peta persaingan Pilpres 2024.
"Kekuatan ini bisa dijadikan kekuatan elektoral pada pilpres mendatang. Apalagi kalau saya lihat Megawati kalau hari ini sangat percaya diri," ujarnya.
Ketiga, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Wempy melihat, sosok Menteri Pertahanan itu bisa bermain 'dua kaki' sebagai king maker atau orang yang akan didorong maju dalam Pilpres 2024.
"Namun saya melihat Prabowo sedang mengalami dilema apakah tetap maju atau mendorong calon lain dalam kontestasi Pilpres mendatang," ucap Direktur Eksekutif Surveylink Indonesia (Sulindo) itu.
"Menurut saya dia akan sangat realitas dan menghitung kekuatannya. Kalau sampai 2023 nanti elektabilitas tidak meningkat menurut saya akan ada kalkulasi ulang dari Prabowo," imbuhnya.
Keempat, Presiden ke-6 RI yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Wempy menilai SBY memiliki beban sejarah dalam hidupnya karena belum berhasil mengantar anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam gelaggang politik nasional.
Menurutnya, hasrat SBY untuk mengantarkan AHY di posisi pucuk tertinggi negara tak pernah padam.
"Saya kira bagaimana perjuangan Pak SBY yang mengorbitkan AHY itu adalah salah satu jalan mendongkrak posisi AHY sehingga layak untuk dipertimbangkan dan disejajarkan dengan tokoh ketum lainnya. Tentu butuh waktu agar AHY bisa setara dengan pemain lainnya," katanya.