Breaking News:

Vaksin Covid

Sosok Perawat Suntikkan Vaksin Kosong, Ini Kata Polisi soal Klasifikasi Pelaku sebagai Vaksinator

Perawat berinisial EO terancam penjara 1 tahun setelah melakukan vaksinasi kosong terhadap seorang pasien di sebuah sekolah di Pluit.

YouTube Warta Kota Production
EO (wanita berbaju putih tanpa jilbab), vaksinator yang menyuntikkan vaksin Covid-19 kosong di Sekolah IPEKA Pluit Timur, Penjaringan, Jakarta Utara. 

TRIBUNWOW.COM - Perawat berinisial EO telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyuntikkan vaksin Covid-19 kosong di Sekolah IPEKA Pluit Timur, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (6/8/2021).

Video pelaku menyuntikkan vaksin kosong sempat viral di media sosial.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, pelaku ternyata merupakan relawan.

Baca juga: Pengakuan Perawat yang Beri Vaksin Covid-19 Kosong di Pluit, Sudah Suntik 599 Orang di Hari Kejadian

Baca juga: Ketahuan Suntikkan Vaksin Covid Kosong, Perawat di Pluit Ngaku Lalai: Tak Ada Niat Apapun

Dikutip TribunWow.com dari WARTAKOTAlive.com, kesehariannya, pelaku tidak selalu menjadi vaksinator.

Pelaku diketahui berprofesi sebagai perawat di sebuah klinik.

Selama bekerja di sebuah klinik, EO tidak pernah melakukan suntik menyuntik.

EO baru melakukan suntik menyuntik setelah menjadi relawan vaksinator.

“Tugasnya setiap hari selama kegiatan vaksinasi massal untuk warga Jakarta dia adalah sebagai vaksinator,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Selasa (10/8/2021).

Meskipun tak setiap hari memberikan suntikkan, EO tetap memiliki kemampuan memberikan suntikan vaksin.

“Orang yang mau jadi vaksinator harus punya klasifikasi. Termasuk ibu EO ini punya klasifikasi untuk melakukan penyuntikan,” ungkap Yusri.

EO diketahui menggunakan hari liburnya untuk menjadi relawan vaksinator.

"Jadi tidak setiap hari dia nyuntik tidak,” ucap Yusri.

Pelaku Ngaku Tak Punya Niat Buruk

Dikutip TribunWow.com dari TribunJakarta.com, dalam video yang viral di medsos, nampak lengan kiri BLP disuntikkan jarum kosong oleh EO.

Seusai video itu viral, pihak kepolisian langsung bergerak mengambil tindakan.

"Dilakukan pendalaman oleh teman-teman Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara dan berhasil mengamankan saudari EO inisialnya, ini adalah tenaga kesehatan yang pada saat itu melakukan penyuntikan, yang sesuai ada di video viral tersebut," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Selasa (10/8/2021).

Menurut penyelidikan pihak kepolisian, EO terdata sebagai perawat di sebuah rumah sakit swasta yang memang menjadi vaksinator vaksin Covid-19 di tempat kejadian perkara (TKP) pada hari kejadian.

Karena kelalaiannya itu, EO kini dijerat Pasal 14 UU 4/1984 tentang wabah penyakit menular.

"Ancamannya 1 tahun penjara. Ini masih berproses," ucap Yusri.

Barang bukti yang diamankan dalam kasus ini di antaranya adalah satu botol vial vaksin, sebuah syringe atau suntikan, alat pelindung diri (APD), dan sarung tangan.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved