Cerita Selebriti
Tren Ikoy-ikoyan dari Arief Muhammad Dituding Bikin Punya Mental Pengemis, Psikolog Beri Penjelasan
Sikap selebgram Arief Muhammad bagi-bagi uang di sosial media lewat ikoy-ikoyan menuai pro dan kontra.
Penulis: Khistian Tauqid Ramadhaniswara
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Sikap selebgram Arief Muhammad bagi-bagi uang di sosial media lewat ikoy-ikoyan menuai pro dan kontra.
Banyak yang mendukung dan memberikan apresiasi pada Arief Muhammad yang menggelar ikoy-ikoyan.
Tak sedikit juga yang memiliki anggapan bahwa sikap Arief Muhammad membuat pengikutnya menjadi memiliki mental pengemis.

Baca juga: Lesti Kejora Pamer Hadiah Ulang Tahun, Rizky Billar Curiga hingga Merasa Iri: Siapa yang Ngasih?
Melalui kanal YouTube TRANS TV Official pada Kamis (5/8/2021), psikolog Mellissa menanggapi hal tersebut.
"Kak Mellissa tanggapanya dong dari segi psikolgi mengenai tren bagi-bagi secara cuma-cuma oleh beberapa selebgram, emang benar bakal bikin mental pengemis?,"
Menurut Mellissa, sikap terpuji Arief Muhammad bisa dicontoh semua orang.
Termasuk orang-orang yang berharap mendapatkan uang dari ikoy-ikoyan.
"Jadi kalau dalam teori kepribadian dari psikologi ada teori tentang sosial kognitif teori," ujar Mellissa.
"Di mana orang bisa belajar atau mencontoh perilaku orang lain, tapi dalam teori ini menjelaskan bahwa tidak semata-mata perilaku apa terus kita contoh," imbuhnya.
"Tapi ada pola pikir yang melibatkan, dalam arti kalau ada tren seperti itu tegantung motifnya apa," tandasnya.
Baca juga: Lesti Kejora Pamer Hadiah Ulang Tahun, Rizky Billar Curiga hingga Merasa Iri: Siapa yang Ngasih?
Terpenting orang bisa mengendalikan diri untuk tidak bergantung pada tren positif yang dilakukan Arief Muhammad.
"Karena setiap orang kan punya motif dalam berperilaku, dan kita sendiri sebagai individu menjadi agen untuk merugalasi diri, mengontrol diri," ucap Mellissa.
"Kalau dilihat dari satu sisi baik karena berbagi, tapi itu kalau bikin orang jadi nagih, dan semakin malakin itu beda soal," imbuhnya.
Presenter Feni Rose lantas beranggapan bahwa sikap Arief Muhammad bagi-bagi uang tidak akan menjadikan bangsa ini memiliki mental pengemis.
Orang-orang harus bisa mengontrol diri untuk tidak bergantung dan memilih bekerja keras supaya memiliki uang.