Terkini Daerah
Motif Ketua AKAR Jabar Lukai Diri di Balkot Bandung, Bukan Buat Akhiri Hidup, Begini Kata sang Istri
Setelah nekat melukai diri menggunakan pisau, kondisi Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Jawa Barat, GB (39) berangsur membaik.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Setelah nekat melukai diri menggunakan pisau, kondisi Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Jawa Barat, berinisial GB (39) berangsur membaik.
Dilansir TribunWow.com, kini, ia sudah bisa kembali bercanda meski masih harus dirawat intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Pria yang akrab disapa Bonbon itu menghebohkan publik setelah melukai diri di depan Balai Kota Bandung, Rabu (4/8/2021) lalu.
Aksi nekat Bonbon itu dipicu kekecewaannya kepada Pemerintah Kota Bandung yang kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.
Motif tersebut diungkapkannya dalam rekaman suara yang dikirim sebelum melukai diri sendiri.
Dalam rekaman itu, Bonbon juga berterima kasih kepada keluarganya.
"Percayalah tanpa ayah, kalian bisa tumbuh menjadi anak soleh solehah," ujar Bonbon dalam rekaman suara, dikutip dari TribunJabar.id, Jumat (6/8/2021).
Kalimat tersebut mulanya dianggap sebagai ucapan perpisahan Bonbon sebelum mengakhiri hidup.
Baca juga: Fakta Viral Sumbangan 2T dari Warteg di Jakarta, Beda dengan Akidi Tio, Pemilik Kini Dicari Warga
Baca juga: Bukan Mengakhiri Hidup, Aksi Ketua AKAR Jabar Lukai Leher dan Perutnya Disebut Protes ke Pemerintah
Tak Berniat Akhiri Hidup
Ketua Paguyuban Ormas Jabar, Suryana, menyebut Bonbon tak berniat mengakhiri hidup dengan melukai diri sendiri.
Ia menilai aksi nekat Bonbon itu hanya bagian dari aksi protes.
"Itu memang bagian dari aksi, bentuknya melukai diri. Dia juga (melakukan) itu dengan penuh perhitungan," jelas Suryana, Kamis (5/8/2021).
"Jadi pesan yang disampaikan dalam aksi itu, keprihatinan bahwa dengan PPKM itu banyak kafe dan restoran yang gulung tikar."
Sebagai orang yang mengenal dekat sosok Bonbon, Suryana yakin rekannya tak bermaksud mengakhiri hidup.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Umum AKAR, Arif Maulana.