Terkini Daerah
Bukan Mengakhiri Hidup, Aksi Ketua AKAR Jabar Lukai Leher dan Perutnya Disebut Protes ke Pemerintah
Aksi Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Jawa Barat, Gan Bonddilie, melukai leher dan perutnya bukan upaya bunuh diri.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Rekarinta Vintoko
Korban terpaksa harus merumahkan sejumlah karyawannya karena usaha kedai kuliner Pempek Bonddilie banyak yang tutup.
"Dari zaman PSBB tinggal dua (cabang) dari enam, terus dari dua tinggal satu," kata Eva.
"Itu lokasinya di penutupan jalan."
"Walaupun sekarang take away solusinya, ada Grab dan sebagainya, ya siapa yang mau ke situ, jalan ditutup, driver mana yang mau ngambil," katanya.
Selama ini, Eva menjelaskan pendapatan suaminya berkurang hingga 80 persen.
Akibatnya, pihaknya kesulitan membayar sejumlah cicilan yang harus tetap dibayarkan selama pembatasan.
"Walaupun dikatakan ada keringanan, kan tetap saja faktanya bayar, bukan kita gak mau bayar, kita pasti bayar. Kalau ada juga kita mah pasti bayar," ucapnya.
Kronologi
Sementara itu, saksi mata, Uneng (53) menyebut sempat melihat dua pria berbaju putih tengah cekcok.
"Saya coba dekati tahunya, ada pria berdarah lehernya dan pria satu lagi teriak teriak minta ada yang akhiri hidup," jelas Uneng.
"Sepertinya masih hidup, ketika ditolong satpam yang bajunya seperti polisi."
Satpam Balai Kot Bandung, Sandy, juga mengungkapkan hal senada.
Sebelum kejadian, ia mendengar orang berteriak minta tolong karena ada pria berlumuran darah.
Beruntung, saat itu mobil PMI Bandung tengah lewat dan langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit.
"Tadi saya angkut saja. Saat dicek di tubuhnya masih ad denyut nadi, mudah-mudahan enggak apa-apa," ujar petugas PMI Kota Bandung, Andi Yoga Pratama.