Terkini Daerah
Motif 9 Orang Keji Siksa Pasutri seusai Tuduh Kirim Guna-guna, Istri Tewas lalu Dikubur di Hutan
9 orang di Desa Petodaan, Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan, Riau, diringkus polisi seusai menganiaya pasangan suami istri (pasutri).
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Sembilan orang di Desa Petodaan, Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan, Riau, diringkus polisi seusai menganiaya pasangan suami istri (pasutri) berinisial AD (35) dan YH (27).
Dilansir TribunWow.com, sembilan orang tersebut yakni SG (34), WMN (28), JH (22), OWW (40), IL (34), BN (53), BH (36), dan JZ (45).
Dua di antara kesembilan pelaku itu berjenis kelamin perempuan.
Sembilan pelaku itu tega menganiaya AD dan YH setelah menuduh keduanya mengirim guna-guna.
Akibat penganiayaan itu, YH bahkan meregang nyawa akibat dihajar bertubi-tubi.

Baca juga: Sudah Dipercaya, Tukang Kebun Bunuh Plt BPBD Merangin, Korban Tewas Bersimbah Darah di Kamar Mandi
Baca juga: Kronologi Pembunuhan Sadis di Sumba Timur, 1 Orang Tewas, Bayi 1 Tahun Turut Ditikam
Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Nardy Masry mengatakan korban dan para pelaku selama ini tinggal satu barak di area PT RAPP sektor Pelalawan TPK 17 Line 39 Desa Petodaan, Kecamatan Teluk Meranti.
Pasutri itu tewas setelah diikat, dipukuli, serta badannya disulut besi panas.
Korban dan para pelaku mulanya hidup rukun di satu barak.
Namun, seiring waktu anak para pelaku jatuh sakit secara bergiliran.
Menurut mereka, anak-anak itu mengalami sakit yang cukup aneh dan diduga karena guna-guna.
Para pelaku lantas menuduh AD dan YH sebagai pelaku guna-guna tersebut.
Pasutri itu dituding memiliki ilmu hitam hingga mengirim guna-guna kepada anak mereka.
Semakin lama dugaan itu semakin dipercaya penghuni barak hingga terjadilah penganiayaan keji.
Semakin kesal dengan kedua korban, para pelaku lantas mengikat pasutri itu menggunakan tali jemuran pada Jumat (23/7/2021).
AD diikat kaki dan tangannya di tiang.
Baca juga: Pelaku Pembunuhan Plt Kepala BPBD Merangin Ditangkap, Dikenal Dekat dan Pernah Dipercaya Korban
Baca juga: Gara-gara Video Asusila, Pria Ini Rudapaksa dan Bunuh Rekan Kerja di Kebun