Breaking News:

Viral Medsos

Kronologi Calon Bintara Rafael, Viral sang Ayah Curhat ke Jokowi, Endingnya Minta Sudahi Pemberitaan

Kasus Rafael Malalangi menjadi sorotan para warganet lantaran yang bersangkutan sempat gagal menjadi calon siswa Bintara padahal diumumkan lulus.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
YouTube Tribunnews Sultra Official
Rafael Malalangi (19) mendadak viral di media sosial (medsos) lantaran namanya yang tadinya muncul dalam pengumuman kelulusan calon siswa Bintara Polri, mendadak hilang pada daftar kelulusan susulan, pada Kamis (29/7/2021). Kasus ini mendapat atensi dari beragam pihak, satu di antaranya adalah Anggota DPR RI Hillary Brigitta Lasut. 

TRIBUNWOW.COM - Media sosial (medsos) baru-baru ini digegerkan oleh kasus yang menyangkut seorang pemuda bernama Rafael Malalangi (19).

Rafael merupakan seorang pria asal Desa Pinaoalangkow, Kecamatan Suluun Tareran, Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut) yang dinyatakan lulus dalam seleksi tes calon Bintara Polri namun namanya tiba-tiba hilang dalam pengumuman susulan kelulusan.

Kasus ini menjadi viral setelah keluarga Rafael mengeluhkan kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait nasib anaknya yang tidak jelas karena tiba-tiba tidak terdaftar dalam nama-nama siswa calon Bintara yang lulus.

Baca juga: Gara-gara Kasus Viral Calon Bintara, Anggota DPR Hillary Dipuji Warganet: Ini Baru Wakil Rakyat

Curhat ke Jokowi dan Kapolri

Dalam sebuah video yang beredar di medsos, nampak ayah Rafael, Kenly Malalangi menyampaikan permohonan kepada Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kenly meminta adanya keadilan terkait nasib Rafael yang tadinya dinyatakan lulus dalam pengumuman siswa calon Bintara Polri tapi tiba-tiba nama anaknya itu menghilang dalam pengumuman susulan.

Kenly kemudian bercerita dirinya mendapat penjelasan bahwa nama anaknya tertera di daftar pengumuman kelulusan karena terjadi kerusakan dalam sistem atau eror.

Kenly bercerita, satu hari setelah pengumuman anaknya lulus, ia mendapat panggilan dari Polda Sulut.

"Waktu saya menghadap, mereka bilang ada eror. Jadi, anak saya sebenarnya tidak lulus. Mereka pun mulai mengemukakan alasan, tetapi saya tidak gubris lagi apa yang mereka katakan," ujar Kenly, Kamis (29/7/2021).

Kenly menambahkan, pada saat itu ia juga diminta untuk menandatangani sebuah berkas dokumen yang ia tidak tahu apa isinya.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved