Liga 1
Sempat Banyak Digoda Tawaran Menggiurkan saat Persija Jakarta Terpuruk, Ismed Sofyan Ungkap Ini
Pemain senior Persija Jakarta, Ismed Sofyan mengaku pernah mendapatkan tawaran menggoda di saat Macan Kemayoran terpuruk.
Penulis: Adi Manggala Saputro
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Pemain senior Persija Jakarta, Ismed Sofyan mengaku pernah mendapatkan tawaran menggoda di saat Macan Kemayoran terpuruk.
Salah satu yang paling diingat pesepakbola berusia 41 tahun itu hingga sekarang adalah musim 2013, tatkala Persija harus berupaya keras lepas dari zona degradasi.
Seperti dilansir TribunWow.com dari Persija,id, Ismed Sofyan mengungkapkan momen terpuruknya Persija Jakarta hingga banyak tim yang merayunya untuk hengkang.
Layaknya pesepakbola profesional lainnya, Ismed pernah pula melewati momen pahit bersama Macan Kemayoran.
“Buat saya, musim 2013 adalah momen terendah selama di Persija,” ujar Ismed pada Senin (26/7/2021).
Saat itu, mayoirtas pemain andalan Persija Jakarta memutuskan untuk hengkang dari klub kebanggaan Jakarta tersebut.
Bahkan hal itu berimbas pada limbungnya permainan Persija Jakarta saat berlaga di lapangan hijau.
Tepuruknya Persija Jakarta pada saat itu membawa Macan Kemayoran hanya menempati peringkay ke-11 dari 18 tim di Indonesia Super League (ISL).
Baca juga: Potensi Top Skor 3 Bomber Bernomor Punggung 9: Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Bali United
Baca juga: Prediksi Formasi Arema FC dan Persija Liga 1 2021: Singo Bongkar Slot Asing, Macan Tetap Sama
Dengan rincian 12 kemenangan, enam imbang, dan 16 kekalahan.
Tak hanya itu, di musim tersebut, tim juga mencatat rekor kekalahan beruntun terpanjang yang ditorehkan sebuah klub pada musim itu yakni enam pertandingan.
“Persija biasanya langganan papan atas, tapi musim itu terpuruk. Itu momen paling sulit buat saya,” ungkap Ismed.
Terpuruknya Persija Jakarta sempat dimanfaatkan oleh beberap klub untuk mencoba merayu Ismed Sofyan untuk hengkang.
Namun, Ismed mengatakan lebih memilih untuk menolaknya karena ian saat itu masih mencintai tim asal Ibu Kota tersebut.

“Saya ingin membantu tim keluar dari situasi sulit,” ungkap Ismed.
“Rasa cinta setiap orang kan berbeda. Kalau memikirkan materi, peluang (pindah) terbuka lebar karena banyak tawaran dengan nominal cukup besar. Tapi soal kenyamanan, tidak semua klub memilikinya,” jelas Ismed.