Virus Corona
Langkah Kemensos Cegah Korupsi Bansos Covid-19 selama PPKM, Mensos Risma Ungkap 3 Terobosan Baru
Mensos Risma mengungkap 3 langkah yang dilakukan Kemensos dalam mencegah adanya korupsi bansos Covid-19.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) kini memiliki terobosan baru untuk meminimalisir korupsi bantuan sosial (Bansos) Covid-19.
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengungkapkan langkahnya dalam mencegah korupsi bansos, khususnya yang diberikan selama masa PPKM.
Hal tersebut disampaikan Risma dalam konferensi Pers secara Virtual bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan, Senin (26/7/2021).

Baca juga: Sering Ditanya Kapan Pandemi Covid-19 di Indonesia Berakhir, Begini Jawaban Menkes Budi Gunadi
Langkah pertama yang dilakukan Risma adalah penyesuaian data agar lebih akuntabel.
Cara tersebut sudah dilakukan dan ditemukan 21 juta data ganda yang dihapus.
"Yang pertama kita lakukan adalah kami memperbaiki kualitas data kami," kata Risma dikutip TribunWow.com dari YouTube Sekretariat Presiden.
"Jadi kami memperbaiki kualitas data kami untuk supaya lebih akuntabel. Yaitu pertama kami mensinkronkan seluruh data yang ada di kementerian sosial, kemudian kita memadankan dengan data kependudukan."
"Sehingga sempat kemarin saya sampaikan kita menidurkan 21 juta data karena ada ganda," tambahnya.
Baca juga: Sosok Akidi Tio Sumbang Rp 2 T untuk Penanganan Covid-19, Pengusaha Kontraktor yang Dikenal Dermawan
Baca juga: Pengusaha Asal Aceh Sumbang Rp 2 Triliun ke Pemprov Sumsel untuk Penanganan Covid, Ini Kata Gubernur
Cara kedua yang dilakukan adalah dalam membuat mekanisme penyaluran dalam bentuk transfer uang ke bank.
Sementara untuk bantuan berupa beras, pihaknya telah menggandeng Bulog untuk mengirimkan langsung ke keluarga penerima manfaat.
"Kami mulai bulan Januari sampai sekarang kami menyalurkannya dalam bentuk transfer uang ke bank dan kemudian warga bisa mengambil di bank," ujar Risma.
"Nah khusus untuk beras itu dilakukan Bulog, Bulog langsung mengirim ke keluarga penerima manfaat."
"Jadi tidak melalui kementerian sosial, tapi Bulog langsung mengirim ke keluarga penerima manfaat," lanjutnya.
Langkah terakhir yang dilakuikan Risma yakni membuat aplikasi pendukung.
Kemensos akan mengandeng sejumlah pihak untuk meluncurkan software terkait bansos.
Aplikasi tersebut nantinya bisa digunakan untuk transaksi belanja bagi penerima manfaat.
"Kita siapin software, kami dibantu oleh BI dan juga dalam pengawasan OJK dibantu dengan teman-teman muda yang bekerja di sektor fintech dan e-commerce untuk menggunakan aplikasi."
"Jadi nanti belanja bisa di mana saja bukan di e-warung saja tapi bisa di mana saja menggunakan fitur itu," ujar Risma.
Terkait terobosan yang terakhir itu, Risma akan menyesuaikan terhadap lokasi dan kondisi masyarakat.
"Nanti kita akan sesuaikan karena kami mempunyai pula bagaimana bisa mengakomodir meskipun handphone-nya nanti masih jadul sehingga nanti pilih nomor 1 dan sebagainya," ujar Risma.
Baca juga: Kenali Gejala Ringan pada Pasien Covid-19, Bisa Antisipasi dengan Langsung Isolasi Mandiri
Simak videonya mulai menit ke 36.30:
Beasiswa untuk Anak Pedagang Kecil
Di sisi lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno membuka beasiswa khusus untuk anak pedagang kecil yang terdampak PPKM Level 4.
Hal itu disampaikan melalui unggahan di Instagram pribadinya pada Minggu (25/7/2021).
Dilansir TribunWow.com, beasiswa tersebut ditujukan untuk pelajar di tingkatan SMP hingga mahasiswa.
Sandiaga menyampaikan bahwa pihaknya siap hadir ikut berupaya membuka lapangan kerja dan ekonomi masyarakat seluas-luasnya.
"Kami siap hadir dan bersama-sama berikhtiar MENYELAMATKAN LAPANGAN KERJA dan EKONOMI MASYARAKAT khususnya para pedagang kecil yang terdampak pandemi," tulis Sandiaga di akun @sandiuno.
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut mengaku prihatin dengan para pedagang kecil yang harus terus menyekolahkan anaknya di tengah pandemi.
Sandiaga sadar bahwa masyarakat kini tengah dalam kondisi kesulitan karena krisis pandemi Covid-19 yang tak kunjung selesai.
"Di balik anak-anak yang bersekolah dan belajar dengan tenang di rumah, terdapat orang tua yang berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan sehari hari keluarganya.
Saya terenyuh mendengar banyak cerita sedih dari saudara-saudara kita yang penghasilannya berkurang, bahkan tidak ada pemasukan sama sekali sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhannya."

Baca juga: Cara Cek Penerima Bansos Rp 600 Ribu dan Beras 10 Kg di cekbansos.kemensos.go.id, Siapkan KTP
Baca juga: Cek Syarat Mendapatkan Bansos PPKM, dari BLT UMKM Rp 1,2 Juta, BST, hingga Diskon Token Listrik
Tak sendirian, Menteri berusia 52 tahun itu berkolaborasi dengan organisasi KAHMI Preneur untuk melaksanakan program tersebut.
Pihaknya berharap bahwa program yang dicanangkan untuk meringankan beban biaya sekolah tersebut bisa lancar dan tetap sasaran.
"Berkolaborasi dengan @kahmipreneur kami berusaha hadirkan bantuan langsung berupa beasiswa kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Tepat sasaran dan tepat manfaat sebagai bentuk gotong rotong dan tolong-menolong di saat krisis ini," pungkas Sandiaga.
Tepat sasaran dan tepat manfaat sebagai bentuk gotong rotong dan tolong-menolong di saat krisis ini," pungkas Sandiaga.
Adapun besaran beasiswa yang akan diberikan adalah sebesar Rp 500 ribu/bulan untuk mahasiswa, Rp 400 ribu/bulan untuk pelajar tingkat SMA, dan Rp 300 ribu/bulan untuk siswa siswi tingkat SMP.
Sementara kategori penerima adalah:
1. Anak pedagang kaki lima
2. Belum terjangkau bantuan
3. Terdampak PPKM Darurat
4. Aktif belajar virtual masa pandemi.
Sandiaga berharap agar kesempatan tersebut dimanfaatkan sebagik-baiknya.
Sebagai informasi, link pendaftaran beasiswa tersebut bisa dikunjungi lewat https://bit.ly/bantuananakpedagang. (TribunWow.com/Rilo)