Persib Bandung
Ini Cara Pelatih Persib Bandung Robert Alberts Berkontribusi dalam Melawan Covid-19 di Indonesia
Pelatih Persib Bandung ingn berkontribusi bagi Indonesia dengan cara tidak keluar rumah, karena pandemi Covid-19 dan adanya PPKM.
Penulis: Rido Rahmadani
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts ikut berkontribusi untuk Indonesia dalam menekan penyebaran Covid-19 dengan tidak keluar rumah selama penerapan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Sebelumnya Robert ikut meliburkan latihan bersama skuad Persib Bandung saat diberlakukannya PPKM mulai 3-20 Juli.
Termasuk saat diperpanjangnya PPKM hingga Senin (26/7/2021) Robert juga ikut memperpanjang libur skuad Persib Bandung.
Baca juga: Top Skor Persib Bandung di Liga 1 2017-2020, Siapa Cetak Gol Terbanyak 2 Musim Berturut-turut?
Meskipun Robert Warga Negara Asing (WNA), ia terbilang patuh dengan aturan pemerintah Indonesia.
Bahkan selama diperpanjangnya PPKM, Robert hanya berdiam diri di rumah bersama keluarganya.
"Saya harus tetap tinggal di rumah tentunya dan itu juga yang dilakukan dengan keluarga saya. Jadi tidak banyak yang bisa kami lakukan," kata Robert seperti yang dilansir Republik Bobotoh, Minggu (25/7/2021).
Selama berlangsungnya PPKM, beberapa aspek mulai dibatasi untuk menghindari kerumunan dan tentunya membuat masyarakat diam diri di rumah.
Pelatih asal Belanda itu mengungkapkan kesulitannya di masa PPKM seperti ini dan membuatnya susah mau kemana-mana.
"Dan karena sedang PPKM maka kami tidak bisa pergi kemana-mana. Tidak banyak yang bisa dilakukan karena saya sangat takut ketika berada dalam kondisi saat ini," tambah Robert.
Selain tidak keluar rumah selama PPKM, Robert juga tidak melakukan kontak dengan banyak orang.
Apapun yang disarankan pemerintah ia terapkan dalam kehidupan sehari-harinya.
"Jadi kami tetap di rumah dan memastikan kami tetap berkontribusi terhadap situasi dengan tidak bepergian ke luar dan tidak melakukan kontak dengan orang lain, lalu mencoba melawan situasi Covid seperti yang dijelaskan oleh pemerintah, semua harus mengikuti itu," ujarnya.
Termasuk menjaga jarak dan selalu menggunakan masker rangkap dua saat bepergian.
Hand sanitizer juga tak luput dari perhatian Robert, ia bahkan selalu membawanya kemana-mana untuk melindungi diri dari Covid-19.
"Karena itu adalah satu-satunya cara untuk menghadapi Covid dengan menjaga jarak, tidak melakukan kontak, memastikan ketika keluar rumah benar-benar menjaga kebersihan dan menggunakan masker," tuntas Robert.
Sebelumnya Robert Alberts curhat tentang dirinya yang kesulitan menangani skuad Persib Bandung selama PPKM.
Kesulitan pelatih Persib Bandung itu diperparah dengan diperpanjangnya masa PPKM hingga Minggu (25/7/2021).
Selama PPKM berlangsung Robert meliburkan skuad Persib Bandung dari latihan bersama mulai 3-20 Juli.
Baca juga: Sejarah Persib Bandung 25 Juli 2009: Menang Telak atas Perkesit Cianjur, Siapa Saja yang Cetak Gol?
Sebagai gantinya skuad Persib Bandung menjalani latihan dari rumah masing-masing, untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima.
Pelatih asal Belanda itu mengaku kesulitan mengawasi latihan skuad Persib Bandung selama PPKM.
Sebenarnya Robert telah melakukan pemantauan pada skuad Persib Bandung melalui jam tangan (smartwatch) yang menghasilkan denyut jantung, jarak tempuh, dan intensitasnya untuk setiap pemain.
Namun cara itu dinilai Robert kurang maksimal.
Satu-satunya cara yang dinilai pelatih berusia 66 tahun itu ampuh adalah latihan bersama di lapangan.
Akan tetapi Robert kesulitan menggunakan fasilitas latihan untuk skuad Persib Bandung selama diperpanjangnya masa PPKM.
"Tapi ketika PPKM diperpanjang, kami tidak bisa menggunakan fasilitas latihan. Kami belum tahu pasti (kondisi pemain) untuk saat ini. Kami memberitahu pemain bahwa latihan menjadi tanggung jawab mereka masing-masing," kata Robert Alberts, Kamis (22/7/2021) dilansir laman resmi Persib Bandung,
Hingga akhirnya Robert memutuskan untuk memperpanjang latihan mandiri di rumah.
Namun, latihan mandiri yang dilakukan skuad Persib sudah tak dipantau oleh Robert.
Pelatih asal Belanda itu percaya pada skuad Persib Bandung tetap menjalani latihan mandiri di rumah, meskipun tak diawasi.
Sebab sebagai pemain sepak bola profesional, kebutuhan akan latihan menjadi tanggung jawab mereka.
"Jadi pemain harus melanjutkan latihan individu mereka dan itu tergantung fasilitas yang ada di lingkungan masing-masing," tuntasnya.
Sebelumnya Robert membeberkan rencana Persib Bandung yang akan segera memiliki stadion sendiri sebagai sarana olahraga skuad Pangeran Biru.
Klub sebesar Persib Bandung hingga kini belum memiliki stadion sendiri untuk menggelar pertandingan maupun latihan.
Alhasil Persib Bandung harus bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Jawa Barat milik pemerintah.
Bahkan Persib Bandung juga kerap menggunakan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat milik Pemerintah Kabupaten Bandung.
Namun dalam waktu dekat Persib Bandung segera bangun stadion sendiri.
Hal itulah yang diungkapkan oleh Robert, Persib Bandung bahkan sudah menentukan lokasi cikal bakal stadion Pangeran Biru.
Namun untuk pastinya Robert tidak menjelaskan kapan hal itu akan terwujud.
"Sebenarnya sudah ada rencana untuk itu, begitu juga lokasinya dan kami tahu ini akan terwujud dalam situasi tertentu yang mana bukanlah saat ini," kata Robert Alberts dilansir oleh Republik Bobotoh.
Bahkan Robert sudah menantikan pembangunan stadion milik Persib Bandung sejak lama.
Robert hanya memberikan kode, bahwa setelah pandemi berakhir segera mungkin dibangun stadion Persib Bandung.
"Kami percaya, tidak lama setelah pandemi ini berakhir, pembangunan akan segera dilakukan dan kami menantikan saat-saat tersebut," pungkasnya. (Tribunwow.com/Rido Rahmadani)
Berita terkait Persib Bandung