Terkini Daerah
Selebgram Herlin Kenza Jadi Tersangka Kasus Kerumunan, Dikenal Barbie Hijab hingga Punya 9 Ajudan
Selebgram Herlin Kenza ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan di Pasar Inpres, Kota Lhokseumawe, Aceh, Jumat (23/7/2021).
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Selebgram Herlin Kenza ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan di Pasar Inpres, Kota Lhokseumawe, Aceh, Jumat (23/7/2021).
Kasus kerumunan ini terjadi saat Herlin Kenza datang di acara promosi toko grosir di Pasar Inpres, Senin (19/7/2021) lalu.
Dilansir TribunWow.com, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto mengatakan Herlin Kenza dinilai telah menyalahi aturan Kekerantinaan Kesehatan.
“Penetapan itu dilakukan setelah penyidik memeriksa pelaku dan delapan orang saksi, termasuk satu saksi ahli terkait kerumunan yang terjadi di Pasar Inpres, Lhokseumawe,” kata Eko, dikutip dari Serambinews.com, Sabtu (24/7/2021).
“Sudah ditetapkan tersangkanya. Itu berdasarkan pemeriksaan baik terduga pelaku maupun saksi-saksi, termasuk satu ahli hukum pidana."

Baca juga: Sosok Herlin Kenza, Selebgram Viral yang Diduga Buat Kerumunan, Tuding Pihak yang Laporkannya
Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Herlin Kenza sempat diperiksa polisi selama delapan jam pada Kamis (22/7/2021).
Dalam kasus ini, kata Eko, polisi memeriksa sejumlah saksi di antaranya tukang parkir, tetangga pemilik toko dan pihak lain yang mengetahui kerumunan tersebut.
"Khusus Herlin Kenza polisi mengajukankan 30 pertanyaan terkait kasus kerumunan massa, salah satu terkait terjadi kerumunan warga disaat sedang pemberlakukan PPKM di Lhokseumawe."
Sementara itu, pihak tempat usuaha toko di Pasar Inpres juga akan mendapat sanksi tegas dan disegel.
Viral di Medsos
Kerumunan yang dibuat Herlin Kenza diketahui banyak pihak setelah viral di media sosial.
Kedatangan Herlin di toko grosir kawasan Pasar Inpres memicu kerumunan.
Dari video yang beredar, sang selebgram disambut banyak orang saat turun dari mobil mewahnya.
Saat turun, Herlin didampingi sejumlah ajudan.
Tampak pula sejumlah aparat yang menghalau warga agar tidak berkerumun.