Terkini Daerah
Cerita Pilu Ibu dan Anak di Bintan Ditemukan Tewas di Dalam Rumah, Sempat Ngeluh Demam dan Batuk
Seorang ibu berinisial A (72) dan anaknya, YA (53), ditemukan tewas di dalam rumahnya di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Seorang ibu berinisial A (72) dan anaknya, YA (53), ditemukan tewas di dalam rumahnya di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Rabu (21/7/2021).
Dilansir TribunWow.com, jasad keduanya pertama kali ditemukan anak angkat A, H.
Mulanya, A sempat mencium bau tak sedap namun tak dihiraukannya.
Setelah pulang ke rumah, A masih mencium bau tak sedap itu.
Karena curiga, A lantas mengintip rumah A dan melihat ibu angkat serta YA sudah tewas.
Baca juga: Alasan Jaga Anak, Istri Kepergok Suami Selingkuh di Kamar, sang Pria Nyaris Tewas Diamuk Massa
Baca juga: Detik-detik Pria Tewas Dikeroyok Satu Keluarga di Makassar, Anak, Ibu, hingga Kakek Terlibat
Saat ditemukan, A dan YA diperkirakan sudah tewas tiga hari sebelumnya.
Kapolsek Gunung Kijang, Iptu Melki Sihombing membenarkan adanya kejadian itu.
"Ya benar, kemarin malam (Rabu), jenazah sudah dibawa ke RSUP," kata Melki, dikutip dari TribunBatam.com, Kamis (22/7/2021).
Melki mengaku belum tahu pasti penyebab kematian ibu dan anak itu.
Namun, ia memastikan tak ada tanda kekerasan di jasad keduanya.
"Tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan," lanjutnya.
Mengeluh Demam dan Batuk
Sebelum ditemukan tewas, A dan YA sempat mengunjungi rumah H pada 8 Juli 2021.
Saat itu, kedua korban menginap di rumah H dan mengeluh sakit demam dan batuk.
H kemudian meminta A dan YA tingga di rumah sebelah yang berada persis di samping rumahnya.
Selama tinggal di sana, kondisi A dan YA selalu dipantau H.
Baca juga: Detik-detik Penemuan Mayat Pria Dalam Karung di Aceh, Leher hingga Kaki Terikat, Jasad Membusuk
Baca juga: Jasad Penuh Luka, Kematian Mahasiswi Hamil di Kamar Kos Masih Jadi Misteri, Polisi: Mau Melahirkan
Sehari-hari, H selalu menyiapkan makan dan minum untuk kedua korban.
Hingga akhirnya, A dan YA menolak makan dan hanya ingin mengonsumsi buah.
"Jadi keduanya dari keterangan anak angkatnya ini menolak makan dan ingin buah saja," jelas Melki.
Namun setelah beberapa hari mengurus A dan YA, kondisi H ikut menurun.
Ia pun terpaksa sementara waktu berhenti mengawasi kedua wanita itu.
Cium Bau Tak Sedap
Setelah beberapa hari istirahat, kondisi H mulai membaik.
Pada Rabu (21/7/2021), H pergi bersama istri dan anaknya.
Saat itu ia sudah mencium bau tak sedap.
"Rabu, keluarga anak angkatnya ini mau jalan-jalan ke pantai, sempat mencium bau busuk," tutur Melki.
"Tapi dikiranya bau ketam, pas sore pulang masih mencium bau busuk juga, pas diintip dari jendela ke dalam rumah, ternyata kedua anaknya sudah terbaring kaku."
Baca juga: Kepergok Sedang Makan seusai Bunuh dan Sembunyikan Mayat Pamannya, Pria di Medan Dihajar Warga
Melki mengaku tak bisa memastikan apakah A dan YA tewas akibat Covid-19.
Pasalnya, kondisi jasad kedua korban yang sudah tidak memungkinkan untuk di-swab.
Dikutip dari Kompas.com, Jumat (23/7/2021), saat ditemukan, jasad Y berada di atas kasur, sementara YA tergeletak di atas lantai.
Setelah ditemukan, jasad keduanya langsung dibawa ke Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib.
"Perihal ini keluarga juga sudah terima dan mereka juga tidak mau diautopsi," tukasnya. (TribunWow.com)
Artikel ini telah diolah dari TribunBatam.id dengan judul PENEMUAN MAYAT DI BINTAN - Ibu dan Anak Ditemukan Tak Bernyawa di Rumahnya, dan Kompas.com dengan judul Cerita Pilu Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah Kerabat, Sempat Mengeluh Demam dan Batuk