Breaking News:

Lawan Covid19

Ajaran Baru 2021-2022, Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Harus Ditunda, Ini Kata Kemendikbudristek

Rencana membuka pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas harus kembali ditunda lantaran adanya lonjakan Covid-19.

Editor: Atri Wahyu Mukti
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ilustrasi pembelajaran daring. Rencana membuka pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas harus kembali ditunda lantaran adanya lonjakan Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Rencana membuka pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas harus kembali ditunda lantaran adanya lonjakan Covid-19.

Hal itu dikatakan langsung oleh Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Jumeri.

Dikatakan bahwa memasuki tahun ajaran baru 2021-2022, rencana Kemendikbudristek harus ditunda, mengingat situasi berubah dengan cepat.

Baca juga: Berat Badan Rupanya Berpengaruh terhadap Tingkat Gejala pada Pasien Covid-19, Simak Penjelasannya

Sebelumnya Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam konferensi pers SKB 4 Menteri, sempat menyatakan ada 35 persen daerah yang telah melaksanakan PTM terbatas.

Namun, setelah pemerintah pusat kembali menarik rem darurat akibat lonjakan kasus Covid-19, sekarang hanya sekitar 4 persen sekolah yang bisa melaksanakan PTM terbatas.

“(35 persen PTM) itu kemarin sebelum PPKM Darurat, tapi sekarang sudah berubah lagi. Jadi kira-kira hanya 4 persen yang bisa PTM. Situasinya sangat berubah. Kita mengikuti regulasi pemerintah,” ujar Jumeri di dialog FMB9, Kamis (22/7/2021).

Dalam Inmendagri Nomor 22 Tahun 2021, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, baik sekolah, Perguruan Tinggi, akademi, tempat Pendidikan atau Pelatihan dilakukan secara daring atau online selama PPKM level 4.

Jumeri mengatakan strategi Kemendikbudristek untuk mendorong PTM Terbatas mulanya didasari karena kesenjangan pembelajaran jarak jauh (PJJ) antara satu daerah dan daerah lainnya sangat nyata.

Walaupun sebenarnya pihaknya telah menyiapkan strategi PJJ dengan matang, misalnya dengan melatih para guru hingga menyediakan kuota belajar.

Namun, pihaknya menyadari, kalau terus menerus mempertahankan PJJ, dikhawatirkan hanya sekelompok masyarakat yang memiliki akses baik, yang akan mendapatkan kesempatan belajar dengan baik.

Baca juga: Percepat Kekebalan Komunal atau Herd Immunity, Pentingnya Vaksinasi Covid-19 pada Anak

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved