Breaking News:

Virus Corona

Doakan Pejabat Tunaempati Tak Kena Covid-19, Yunarto Wijaya di Mata Najwa: Berdoa Gak Terpilih Lagi

Direktur Eksektif Charta Politika, Yunarto Wijaya berharap politisi yang tak memiliki empati di masa pandemi Covid-19 tak kembali terpilih.

YouTube Robert Harianto
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya dalam kanal Robert Harianto, Jumat (8/5/2020). Terbaru, Yunarto membahas pejabat yang meminta disediakan rumah sakit khusus pejabat di masa pandemi. 

TRIBUNWOW.COM - Direktur Eksektif Charta Politika, Yunarto Wijaya berharap politisi yang tak memiliki empati di masa pandemi Covid-19 tak kembali terpilih.

Hal itu diungkap Yunarto saat membahas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Rosaline Irine Rumaseuw yang meminta pemerintah menyediakan rumah sakit khusus pejabat di masa pandemi Covid-19.

Dalam acara Mata Najwa, Rabu (21/7/2021), Yunarto mengatakan dirinya berharap politisi tunaempati tersebut tak terpapar Covid-19.

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya mengatakan aksi yang dilakukan oleh demonstran di depan Gedung Bawaslu RI, pada Rabu (22/5/2019) sebagai narasi dari kubu 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya dalam kanal YouTube Najwa Shihab. Terbaru, Yunarto membahas soal pejabat tunaempati yang meminta pemerintah menyediakan rumah sakit khusus pejabat di masa pandemi Covid-19. (Capture Trans 7)

Baca juga: Anggap Drama, Yunarto Wijaya pada Demokrat Kubu AHY: Kalau Anda PD, Kenapa Lempar ke Pihak Ketiga?

Baca juga: Viral Video Lawas Jokowi Larang Pejabat Rangkap Jabatan: 1 Saja Belum Tentu Berhasil Apalagi 2?

Namun sebagai pemilih, ia juga berharap sang politisi tak kembali terpilih sebagai wakil rakyat.

"Tambahan sedikit, mungkin kita boleh ya sebagai sesama manusia mendoakan politisi seperti yang tadi disebutkan tidak terkena Covid," kata Yunarto.

"Tapi sebagai pemilih boleh juga kita berdoa dia enggak terpilih lagi."

Lebih lanjut, Yunarto lantas membahas soal penanganan Covid-19 di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Ia pun menyoroti cara komunikasi Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) sebagai Ketua PPKM Darurat Jawa-Bali.

"Saya berikan contoh satu yang konkret terkait pernyataan LBP selama memimpin PPKM Jawa-Bali."

"Sentimen paling negatif adalah 12 Juli (2021), ketika dengan percaya diri mengatakan 'Ini sangat terkendali, dan saya akan menujukkan pada orang yang mengatakan tak terkendali'."

"Sentimen negatif sampai tanggal 15 Juli (2021)."

Yunarto mengatakan sentimen publik kepada Luhut berubah menjadi positif ketika Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi itu meminta maaf.

Menurut Yunarto, masyarakat akan lebih menghargai jika pemerintah jujur mengenai kondisi pandemi saat ini.

"Sentimen paling positif pada 17 Juli (2021) ketika Beliau (Luhut) minta maaf," katanya.

"Poinnya sederhana, dari sekian banyak keinginan, masyarakat paling penting adalah keterbukaan dan kejujuran informasi apa adanya."

"Sulit ini tidak bisa dibohongi, kesulitan perut, kesulitan ketakutan terhadap isu kesehatan, itu semua dirasakan tanpa pemerintah bereaksi apa pun."

"Pemerintah harus mengatakan iya pemerintah juga sulit, negara juga sulit, dunia juga sedang sulit kita tahu semua," tukasnya.

Baca juga: Ramai Hoaks Covid Pakai Nama Najwa Shihab, Najwa Minta Anak Muda Berani Mendebat Kaum Tua di Grup WA

Baca juga: Ridwan Kamil Sebut Golongan Denial Covid Sedikit tapi Bising, Najwa Shihab Setuju: Mikrofonnya Besar

Simak videonya berikut ini mulai menit ke-5.25:

Singgung Pejabat Tunaempati

Dalam kesempatan itu, Yunarto menyebut sejumlah pejabat seolah tak memiliki empati saat masyarakat kesusahan menghadapi pandemi yang tak kunjung berakhir.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved