PPKM Darurat
Gubernur Ridwan Kamil Minta Maaf soal Penanganan Covid-19 di Jawa Barat: Bukan Situasi yang Mudah
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta maaf ke warga Jawa Barat melalui akun Twitter-nya.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta maaf kepada masyarakat atas kondisi yang dihadapi selama pandemi Covid-19.
Terlebih dalam beberapa waktu belakangan ketika pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.
Dilansir TribunWow.com, permintaan maaf Ridwan Kamil tersebut disampaikan melalui media sosial Twitter pribadi miliknya, Senin (19/7/2021).
Baca juga: Sempat Viral Ngaku Matanya Ditusuk oleh Petugas PPKM, Awaluddin Rao Minta Maaf ke Polres Padang
Orang nomor satu di Jawa Barat itu menyadari bahwa publik Jabar tengah menghadapi susahnya situasi pandemi.
"Beberapa minggu kebelakang ini bukan situasi yg mudah bagi kita semua.
Saya memohon maaf atas situasi yang tidak nyaman ini & memahami kesulitan yang dihadapi," tulis @ridwankamil dikutip Selasa (20/7/2021).
Gubernur yang akrab disapa Emil itu memastikan, Pemprov Jabar akan berupaya secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya yang terdampak.
Terlebih, bantuan sosial berupa uang dan sembako sudah dikucurkan oleh pemerintah pusat.
Baca juga: Ganjar Pranowo Tak Tega PPKM Darurat Diperpanjang: Masyarakat Berat, Makanya Boleh Nggak Boleh Saja
Baca juga: Cek Cara Mendapat Bansos PPKM Darurat, Ada BLT UMKM, BST Rp 300 Ribu, hingga Diskon Token Listrik
"Kami Pemerintah Jawa Barat terus berupaya semaksimal mungkin memenuhi semua kebutuhan masyarakat," lanjutnya.
Diketahui, tingkat keterisian atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan Covid-19 di Jabar mengalami penurunan sejak PPKM Darurat, 3 Juli lalu.
Dari data Dinas Kesehatan, BOR RS rujukan Covid-19 turun dari sebelum PPKM Darurat yakni 90,91 persen menjadi 79,54 persen.
Lebih lanjut, Emil mewanti-wanti warga saat mengisi tiga hari Tasyrik yang jatuh pada 21-23 Juli.
Ia mengharap agar warga tetap disiplin menjaga protokol kesehatan Covid-19.
Dalam merayakan Idul Adha, warga diharapkan memanfaatkan fasilitas rumah pemotongan guna menghindari kerumunan anyar.
"Mari kita manfaatkan 3 hari tasyrik (rabu, kamis, jumat) agar tidak bertumpuk di satu hari saja & juga manfaatkan rumah pemotongan hewan dalam melaksanakan qurban.