Terkini Daerah
Nasib Nahas IRT yang Nyaris Meregang Nyawa saat Tagih Utang Rp 450 Ribu, Korban Berkali-kali Ditikam
Dessy Indah Puspita Sari (30), warga asal Palembang, Sumatera Selatan, nyaris kehilangan nyawa seusai menagih utang, Minggu (18/7/2021).
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Dessy Indah Puspita Sari (30), ibu rumah tangga (IRT) asal Palembang, Sumatera Selatan, nyaris kehilangan nyawa seusai menagih utang, Minggu (18/7/2021).
Dilansir TribunWow.com, Dessy berkali-kali ditikam Fajri alias Mamat karena menagih utang pada istrinya.
Kepada polisi, pria penjual pempek itu mengaku kesal karena korban menagih utang sembari melontarkan kata-kata kasar.
Saat kejadian, Mamat tengah tertidur lelap dan terbangun karena keributan yang terjadi.
"Dia ini nagih hutang dengan istri saya tapi dibarengi dengan kata kata kasar," kata Mamat, dikutip dari TribunSumsel.com, Senin (19/7/2021).
"Saya yang saat itu lagi tidur mendengar keributan kemudian reflek langsung membawa pisau dan menusuk perutnya."
Baca juga: Fakta Viral Mantan Anggota DPRD Ngaku Matanya Ditusuk hingga Buta, Polisi Buru Penyebar Video
Baca juga: Takut Gagal Nikah, Wanita Ini Bunuh Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Pria Lain, Begini Nasibnya Kini
Karena emoosi, Mamat langsung mengambil sebilah pisau dan menikam korban berkali-kali.
Akibat kejadian itu, korban mengalami dua luka tusuk dan dilarikan ke rumah sakit oleh warga setempat.
"Saya baru habis jualan pempek terus tidur," jelasnya.
"Terbangun karena korban teriak-teriak mencari istri saya dan mengeluarkan kata-kata kasar."
Setelah ditangkap polisi, Mamat mengaku menyesali perbuatannya.
"Saya jadi emosi, lalu buka pintu dan menusuk dia (korban). Saya khilaf dan menyesal pak."
Dikutip dari Kompas.com, Senin (19/7/2021), warga sekitar yang melihat kejadian langsung membawa korban ke rumah sakit.
Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi menyebut pihaknya menangkap pelaku tak kama seusai kejadian.
Wahyudi menyebut warga setempat langsung melaporkan kasus penusukan itu kepada polisi.