Breaking News:

Virus Corona

Bahas Ketidakadilan, Dokter Kritik Ngabalin soal Covid-19: Ambigu, Rakyat Gak Boleh tapi TKA Masuk

Ketua Dokter Indonesia Bersatu, dr Eva Sri Diana secara jelas mengkritik pemerintah di hadapan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mocht

YouTube tvOneNews
Ketua Dokter Indonesia Bersatu, dr Eva Sri Diana, dan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, dalam acara CATATAN DEMOKRASI tvOne, Rabu (14/7/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Dokter Indonesia Bersatu, dr Eva Sri Diana secara jelas mengkritik pemerintah di hadapan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin.

Dilansir TribunWow.com, Eva menyebut kebijakan pemerintah ambigu dalam menangani Covid-19.

Ia pun menyinggung soal dibukanya tempat wisata hingga masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) saat masyarakat diminta berdiam diri di rumah.

Hal itu diungkapkan dalam acara CATATAN DEMOKRASI tvOne, Rabu (14/7/2021).

Ketua Dokter Indonesia Bersatu, dr Eva Sri Diana dalam acara Catatan Demokrasi tvOne, Rabu (14/7/2021). Suara dr Eva bergetar saat mengkritik Ali Ngabalin soal kebijakan pemerintah menangani Cpvid-19.
Ketua Dokter Indonesia Bersatu, dr Eva Sri Diana dalam acara Catatan Demokrasi tvOne, Rabu (14/7/2021). Suara dr Eva bergetar saat mengkritik Ali Ngabalin soal kebijakan pemerintah menangani Cpvid-19. (YouTube tvOneNews)

Baca juga: Ditolak RS karena Penuh, Ibu Hamil Positif Covid-19 Meninggal Bersama Bayi yang Dikandungnya

Baca juga: Fakta Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Positif Covid-19, Sempat Kunjungi Lokasi Rawan Penularan

Di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Eva meminta pemerintah lebih memperhatikan rakyat.

Menurut dia, pemerintah seharusnya menyediakan kebutuhan pokok rakyat jika ingin PPKM Darurat berjalan efektif.

"Tolong penularan distop, jangan cuma PPKM, rakyat dilarang kerja, dilarang keluar rumah, tapi enggak dikasih makan, enggak dikasih perhatian," ujarnya.

"Kalau mau mencegah itu betul-betul total, biarkan rakyat di rumah, beri mereka tenang, beri mereka makan, beri mereka keyakinan bahwa mereka akan diselamatkan, beri mereka keadilan."

Karena itulah, Eva menyebut kebijakan pemerintah terkesan ambigu.

Ia lantas membandingkan nasib rakyat dengan banyaknya TKA yang masuk ke Indonesia.

"Ini sekarang kebijakan ambigu, enggak boleh begini rakyat tapi TKA masuk," kata Eva.

"Katanya enggak boleh pindah-pindah, itu kan perpindahan orang. Enggak boleh keluar rumah, enggak boleh jalan-jalan tapi tempat wisata dibuka."

"Saya paham maksudnya kenapa tempat wisata dibuka, mal dibuka, tapi rakyat mikirnya enggak di situ."

"Masalah keadilan, mereka memandang seakan-akan jadi alat keadilan, jadi alat pemerintah," sambungnya.

Baca juga: 300 Ribu Paket Obat Gratis akan Dibagikan untuk Pasien Covid-19 OTG dan Gejala Ringan Minggu Ini

Baca juga: Wali Kota Solo Gibran Positif Covid-19 setelah Kunjungi Tempat Rawan, Ini Kondisi Istri dan Anaknya

Kritik Eva itu pun langsung dijawab Ngabalin.

Ali mengungkit anggota DPR Fadli Zon yang sempat membahas soal bandara yang masih dibuka saat jumlah kasus Covid-19 terus meningkat.

"Saya dengan teduh dengan tenang mendengar dokter dan Bang Fadli (Fadli Zon) ya," jawab Ngabalin.

"Kalau bicara bagaimana pintu bandara, sudah itu ada urusan yang memang clear dilakukan pemerintah."

"Tidak usah khawatir dengan poin itu."

Lebih lanjut, Ngabalin menjawab kritik soal Indonesia yang mengirimkan bantuan tabung oksigen ke India.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved