Persib Bandung
Cerita Gian Zola Mampu Menembus Skuad Persib Bandung, Singgung Motivasi dari sang Kakek
Motivasi dari sang kakek yang mengantarkan Gian Zola menjadi pemain sepak bola profesional dan gabung bersama Persib Bandung.
Penulis: Rido Rahmadani
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Ternyata motivasi sang Kakek yang mengantarkan Gian Zola mampu menjadi pemain sepak bola profesional dan gabung skuad Persib Bandung.
Gian Zola resmi menjadi rekrutan Persib Bandung terhitung sejak 1 Januari 2016.
Sebelumnya Gian merupakan jebolan Sekolah Sepak Bola (SSB) Persib Bandung Junior, lalu ia mendapatkan promosi untuk bermain di Persib Bandung senior.

Baca juga: Begini Cara Persib Bandung Pantau Pemainnya selama Masa PPKM Darurat, Gian Zola: Alatnya Canggih
Impian Gian untuk menjadi pemain sepak bola profesional dilaluinya dengan berat, beruntung ia memiliki keluarga yang selalu mendukung cita-citanya.
Sang Kakek selalu memberikan motivasi pada Gian untuk lebih giat dalam berlatih sepak bola.
Untuk itu Gian selalu berlatih dengan keras, bahkan dalam sehari ia berlatih dua kali lebih banyak dari orang pada umumnya.
Gian selalu mengingat pesan kakeknya, diibaratkan latihan itu seperti manusia yang selalu makan nasi sebagai kebutuhannya.
Meskipun ia sudah menjadi bagian skuad Persib Bandung, Gian masih menerapkan pesan Kakeknya.
"Pastinya berat yah, engga ada yang mudah kan."
"Tentunya kan latihan pun saya kan diomongin sama kakek saya kalau latihan bola itu harus beda dari yang lain, kalau yang lain latihan 2 kali, kita harus 4 atau 5 kali dan kakek saya bilang kalau gak pegang bola sehari itu kaya lapar, kaya makan nasi saja gitu," kata Gian Zola, Senin (12/7/2021) dilansir oleh Republik Bobotoh.
Selain itu Gian Zola mengorbankan banyak hal untuk menembus skuad Persib Bandung.
Salah satunya adalah pendidikan, saat masih menimba ilmu di sekolah pria berusia 22 tahun itu suka selalu mengajukan dispensasi.
Dispensasi adalah pembebasan atau pemberian waktu secara resmi sesuai dengan peraturan yang diperuntukkan kepada siswa sekolah karena ada kepentingan tertentu.
Sebagai imbasnya, Gian harus ketertinggalan materi pelajaran dan ia harus mampu mengejarnya untuk dapat dinyatakan lulus.
"Ada banyak yang dikorbanin, sekolah salah satunya banyak dispensasi, gak semudah orang yang bayangkan lah. Step by step, gak mulus lah ada jatuh bangunnya."