Breaking News:

Virus Corona

Peringatkan Pihak yang Pesimis RI Bisa Atasi Covid-19, Moeldoko: Jangan Jadi Lalat-lalat Politik

Kepala Staf Presiden Moeldoko memperingatkan agar sejumlah pihak tidak menjadi lalat-lalat politik yang mengganggu penanganan Covid-19 di Tanah Air.

Editor: Mohamad Yoenus
Istimewa
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Minggu (28/3/2021). Terbaru, Kepala Staf Presiden Moeldoko memperingatkan agar sejumlah pihak tidak menjadi lalat-lalat politik yang mengganggu penanganan Covid-19 di Tanah Air, Sabtu (10/7/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Indonesia saat ini masih berperang melawan pandemi Virus Corona (Covid-19) yang semakin meningkat.

Berbagai kebijakan diambil oleh pemerintah untuk menekan laju penambahan angka positif Covid-19.

Meski demikian, ada pihak-pihak yang menggaungkan pesimisme Indonesia bisa keluar dari pandemi Virus Corona.

Menanggapi hal itu, Kepala Staf Presiden Moeldoko memperingatkan agar sejumlah pihak tidak menjadi lalat-lalat politik yang mengganggu penanganan Covid-19 di Tanah Air.

Baca juga: Sosok Ibas, Disorot setelah Kritik Pemerintah soal Covid-19, Ini Harta Kekayaan dan Rekam Jejaknya

Moeldoko menilai, pernyataan-pernyataan pesimis dari beberapa tokoh sangat kental muatan politis.

"Saya mengingatkan semua pihak janganlah menjadi lalat-lalat politik yang justru mengganggu konsentrasi," kata Moeldoko dalam video yang diterima Tribunnews.com, Sabtu (10/7/2021).

Moeldoko mengatakan saat ini para tenaga medis dan petugas lainnya sedang berjibaku menekan penyebaran Covid-19

Jangan sampai konsentrasi tenaga medis tersebut terganggu karena nada pesimisme.

"Mereka yang saat ini bekerja keras bahkan mempertaruhkan hidup, dia bekerja antara hidup dan mati. Para tenaga medis, para ASN saat ini telah bekerja keras untuk itu semua. Sekali lagi jangan lah menjadi lalat-lalat politik yang mengganggu," katanya.

Masalah yang dihadapi sekarang ini, kata Moeldoko, yakni masalah kemanusian.

Oleh karena ia menghimbau semuanya untuk bersatupadu dan mengenyampingkan terlebih dahulu perbedaan termasuk perbedaan pandangan politik.

"Kita memikirkan satu kepentingan besar yaitu persoalan kemanusiaan dan itu jauh lebih penting daripada kepentingan pribadi dan golongan. Sekali lagi. Hanya dengan kebersamaan persoalan bangsa menjadi ringan dan kita bisa atasi bersama. Itu sebuah pesan yang ingin saya sampaikan," pungkasnya.

Baca juga: Viral Istri Gubernur Maluku Joget Tanpa Masker di Acara Syukuran, Begini Klarifikasi Satgas Covid-19

Baca juga: Ibas Khawatirkan Negara Gagal Tangani Pandemi Covid-19, Ali Mochtar Ngabalin: Kita Tidak Punya Waktu

Sebelumnya Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, menyatakan Covid-19 makin ‘mengganas’. 

Keluarga, sahabat dan orang-orang di lingkungan kita banyak yang terpapar bahkan meninggal dunia. 

Dia juga mempertanyakan akan sampai kapan bangsa kita akan terus begini. 
Ibas khawatir jika sampai negara kita disebut sebagai failed nation atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Pasien Covid-19MoeldokoCovid-19IndonesiaEdhie Baskoro Yudhoyono (Ibas)Partai Demokrat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved