Breaking News:

Euro 2020

Marco Verratti Ungkap Kenangan Buruk dengan Wasit yang Pimpin Final Euro 2020 Italia Vs Inggris

UEFA telah mengumumkan wasit final Euro 2020 antara Italia dan Inggris yang akan berlangsung di Wembley, London, Inggris

Website UEFA
Selebrasi Italia pada postingan Website UEFA Rabu 7 Juli 2021. Italia menang adu penalti 4-2 atas Spanyol. Meski memiliki kenangan buruk dengan wasit final Euro 2020, Verrati tetap menghormatinya sebagai pemimpin pertandingan. 

TRIBUNWOW.COM - UEFA telah mengumumkan wasit final Euro 2020 antara Italia dan Inggris yang akan berlangsung di Wembley, London, Inggris

Wasit yang bertanggung jawab atas pertandingan tersebut adalah Bjorn Kuipers yang merupakan wasit asal Belanda. 

Kuipers memiliki CV yang cemerlang setelah memimpin final Liga Champions tahun 2014 dan final Liga Eropa tahun 2018, serta tampil di dua Kejuaraan Euro dan Piala Dunia sebelumnya.

Mengetahui wasit pertandingan final Euro 2020 adalah Bjorn Kuipers, Marco Verratti mengungkap kenangannya ketika diadili wasit tersebut.

Baca juga: Inggris Terancam Kena Denda dengan 3 Dakwaan atas Insiden di Laga Semifinal Euro 2020

Marco Verratti sempat bentrok dengan Kuipers pada semifinal Liga Champions saat ia membela klubnya Paris Saint Germain (PSG) untuk melawan Manchester City.

PSG harus bermain dengan 10 orang setelah Angel Di Maria diberi kartu merah pada leg kedua setelah melakukan tekel pada Fernandinho.

Keputusan itu disambut dengan protes besar dari para pemain PSG dan sempat menimbulkan adu mulut.

"Wasit juga mengatakan kepada saya 'f*** you' dua kali," kata Verrati dikutip dari Mirror, Jumat (9/7/2021).

"Bagi mereka itu normal, jika Anda mengatakan bahwa itu, Anda akan mendapat [larangan] sepuluh pertandingan."

"Saya banyak berbicara dengan wasit tetapi saya tidak mengatakan itu."

Dalam laga itu PSG kalah dari MAnchester City dengan skor 4-1 dan gagal untuk tampil di final.

Pelatih PSG Mauricio Pochettino menyarankan UEFA harus melakukan penyelidikan terhadap Kuipers dan melakukan interview pascapertandingan untuk merenima laporan.

Baca juga: Demi Final Euro 2020 Inggris Vs Italia, Sekolah Dasar Buat Keputusan Viral untuk Para Muridnya

Baca juga: Butuh 55 Tahun untuk Inggris Kembali Main di Final Euro 2020, Media Italia Sebut Ada Konspirasi

“Kami harus percaya apa yang mereka katakan kepada kami, tetapi yang paling penting adalah kami tidak berada di final,” kata Pochettino."

Terlepas dari tuduhan pemain PSG dan permohonan Pochettino, UEFA tidak mengambil tindakan apapun untuk Kuipers.

Kuipers tetap menjadi ofisial yang sangat dihormati dan memimpin dua pertandingan penyisihan grup Euro 2020 dan juga perempat final antara Republik Ceko dan Denmark, dimana berakhir kemenangan Denmark.

Dia juga menjabat sebagai ofisial keempat untuk pertandingan pembuka Inggris melawan Kroasia, di mana berakhir dengan kemenangan Inggris.

Di final Euro 2020 dia akan dibantu di timnya oleh sesama ofisial dari Belanda Sander van Roekel dan Erwin Zeinstra, dengan ofisial dari Spanyol Carlos Del Cerro Grande sebagai ofisial keempat dan Bastian Dankert dari Jerman sebagai asisten video wasit (VAR).

Wasit di Euro 2020 banyak menerima pujian karena ofisial telah melakukan upaya nyata untuk membiarkan permainan mengalir.

"Tujuan kami adalah membuat keputusan yang tepat. Kami senang melihat lebih sedikit kesalahan dalam periode ini," kata Roberto Rossetti, ketua Komite Wasit UEFA.

Wasit yang paling kontroversial di Euro 2020 hanya wasit yang memimpin pertandingan semifinal antara Inggris dan Denmark, Danny Makkelie yang juga berasal dari Belanda.

Di mana dia memberi penalti yang banyak dibicarakan banyak orang dan membiarkan pertandingan tetap berjalan dengan dua bola di dalam lapangan. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Euro 2020 Lainnya

Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved