Euro 2020
Euro 2020: Kesal dengan Keputusan Wasit Laga Inggris Vs Denmark, Hjulmand: Aku Merasakan Kepahitan
Pelatih Timnas Denmark, Kasper Hjulmand ungkapkan kekesalannya atas hasil yang diraih oleh The Dynamite di babak semi final Euro 2020.
Penulis: Adi Manggala Saputro
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Anak asuhnya menampilkan penampilan yang spartan setelah berhasil membantai Rusia dengan skor 4-1.
Namun ia juga menyayangkan keputusan UEFA yang memberikan opsi pertandingan saat laga Denmark Vs Finlandia sesaat setelah kejadian yang dialami oleh Eriksen.
Hasilnya dapat ditebak, anak asuhnya harus menyerah 1-0 atas Finlandia di depan publiknya sendiri di Stadion Parken, Kopenhagen.
Selanjutnya, di laga kontra Belgia, efek kejadian Eriksen masih dapat dirasakan para pemain Denmark.
Denmark yang berhasil unggul terlebih dahulu berkat gol Poulsen harus menelan kekalahan kedua setelah kalah 1-2 atas Belgia.
Ia juga berpendapat bahwa perjuangan Timnas Denmark tak ubahnya seperti cerita fiksi.

Baca juga: Gagal ke Final Euro 2020 karena Penalti Kontroversial, Pelatih Denmark Tak Bisa Tahan Rasa Kecewa
Cerita yang dapat diceritakan mulai dari kejadian yang menumpa Eriksen, wajah segar penggawa muda seperti Mikel Damsgaard, kepemimpinan Simon Kjaer, geraman Kasper Schmeichel, penggerak Maehle.
Semua merupakan bentuk persatuan yang ada pada skuad Denmark yang mempercayai sesuatu yang sulit bukan berarti sukar untuk didapatkan.
Hjulmand juga membeberkan fakta permainan anaknya yang percaya diri tampil di Wembley meski suporter tuan rumah memadati stadion tersebut.
Kepercayaam Hjulmand kepada anak asuhnya sudah tak dapat diragukan lagi.
Meski ia harus mengganti 5 pemainnya karena masalh kebugaran, namun ia percaya anak asuhnya yang masuk sebagai pengganti berhasil menunjukkan yang terbaik.
“Tidak satu pun dari lima pergantian pemain pertama yang taktis; saya harus melakukan perubahan karena pemain berjuang atau cedera,” katanya. "Saya tidak punya pilihan," ungkap Hjulmand.
Tercatat hanya ada satu pemain yang dipaksakan bermain meski tengah menahan luka yang dirasakan.
Pemain tersebut adalah Mathias Jensen.
Tak bisa digantikannya Mathias Jensen dikarenakan Denmark telah lakukan pergantian pemain sebanyak 5 kali.
"Kami telah melalui begitu banyak dan saya bersyukur, sangat berterima kasih kepada seluruh bangsa (Denmark," kata Hjulmand.
"Kami membutuhkan cinta itu, kami membutuhkan dukungan itu, kami membutuhkan empati itu. Sayangnya, kami tidak mencapai final. Tapi masa depan kami penuh dengan harapan dan keyakinan," pungkas Hjulmand. (TribunWow.com /Adi Manggala S)