Breaking News:

PPKM Darurat

Minta Karyawan Non Esensial Laporkan Perusahaan yang Masih Suruh Masuk, Anies Baswedan: Lewat JAKI

Anies Baswedan mengimbau para pekerja non esensial yang tidak diliburkan perusahaan untuk melapor ke Pemrov DKI Jakarta.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Lailatun Niqmah
YouTube tvOnenews
Anies Baswedan merespons PPKM Darurat hari ke-3 - Anies Baswedan mengimbau para pekerja non esensial yang tidak diliburkan perusahaan untuk melapor ke Pemrov DKI, Senin (5/7/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta para pekerja melapor apabila perusahannya melanggar peraturan PPKM Darurat.

Terutama, bagi pekerja non esensial yang masih diminta untuk masuk kerja selama PPKM Darurat sampai 20 Juli 2021 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Senin (5/7/2021).

Tangkapan layar - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bicara soal kesiapan PPKM Darurat. Anies Baswedan menyebut tidak ada persiapan khusus untuk melaksanakan PPKM Darurat 3 Juli 2021 mendatang, Kamis (1/7/2021).
Tangkapan layar - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bicara soal kesiapan PPKM Darurat. Anies Baswedan menyebut tidak ada persiapan khusus untuk melaksanakan PPKM Darurat 3 Juli 2021 mendatang, Kamis (1/7/2021). (YouTube tvOnenews)

Baca juga: Lurah Depok yang Gelar Resepsi saat PPKM Darurat Bantah Langgar Prokes, Akui Difasilitasi 200 Kursi

Mengingat, pelaksanaan PPKM Darurat di DKI Jakarta belum sepenuhnya bisa dikondisikan dengan baik.

Khususnya, terkait penyekatan jalan untuk membatasi orang yang masuk ke Ibu Kota.

"Pemerintah telah menetapkan hanya sektor esensial dan kritikal yang bisa bekerja di masa PPKM Darurat ini," kata Anies Basewdan dikutip TribunWow.com dari YouTube tvOnenews, Senin (5/7/2021).

"Ini bukan membatasi untuk mengosongkan Kota Jakarta atau untuk membuat lalu lintas jadi lengang," sambungnya.

Terpantau, banyak titik penyekatan DKI Jakarta yang masih menimbulkan kemacetan parah.

Hal itu tak lain karena masih banyaknya pekerja yang terpaksa harus tetap masuk kerja.

Baca juga: CARA CEK Penerima Bansos Tunai Rp 300 Ribu, Pencairan Diperpanjang saat PPKM Darurat, Siapkan KTP-KK

Baca juga: TKA Asal China Masuk saat PPKM Darurat, Kepala Kantor Imigrasi Makassar Beri Penjelasan

Sebagaimana diketahui, hanya sektor esensial dan kritikal saja yang masih boleh diizinkan bekerja di kantor.

"Ini adalah untuk menyelamatkan, ini adalah gerakan penyelamatan warga, jadi mari kita ikut menjadi bagian dari penyelamatan," kata Anies.

"Kasihan para karyawan kalau pimpinan perusahaannya terus memaksakan mereka untuk masuk, padahal bukan sektor esensial," tambahnya.

Oleh sebab itu, Anies meminta para pekerja untuk tidak segan melaporkan perusahannya melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI).

"Bagi karyawan yang bekerja di sektor non esensial dan perusahaannya memaksa untuk bekerja, laporkan lewat aplikasi JAKI," ujar Anies Baswedan.

"Anda laporkan biar nanti tim kita bertindak," pungkasnya.

Baca juga: Daftar Bansos yang Diberikan Pemerintah saat PPKM Darurat Jawa-Bali, Termasuk BLT UMKM Rp 1,2 Juta

Lihat videonya mulai menit ke 04.05:

Ancam akan Sita Sepeda

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat Jawa dan Bali telah berlaku, Sabtu (3/7/2021).

Gubernur Anies Baswedan menyampaikan Pemprov DKI Jakarta akan bertindak tegas menjalankan program tersebut.

Anies Baswedan mengimbau agar warganya tak melakukan kegiatan olahraga di tempat umum sampai 20 Juli 2021 mendatang.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved