Virus Corona
Kronologi Sopir Ambulans Dianiaya Warga di Kuningan, Dutuduh Mengcovidkan Jenazah Pasien
Sopir ambulans yang mengantar pasien Covid-19 meninggal ke rumah duka keluarga yang meninggal justru dianiaya warga.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Nasib nahas dialami oleh sopir ambulans yang mengantarkan jenazah pasien Covid-19.
Setibanya di lokasi, ia justru dianiaya oleh warga dan dituduh sengaja mengacovidkan jenazah pasien tersebut.
Kronologi Sopir Ambulans Dipukul
Baca juga: Hasil Studi Laboratorium: Vaksin Covid-19 Moderna Tunjukkan Harapan untuk Perangi Varian Delta
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan, dr Deki Saefullah menjelaskan kronologi singkat pemukulan terhadap sopir ambulans itu.
Kejadian itu saat sopir mengantar pasien Covid-19 meninggal ke rumah duka di Kuningan, Jawa Barat.
"Ya, informasi kami terima. Sopir kami dituduh meng-covid-kan warga meninggal tersebut."
"Padahal, itu benar meninggal Covid-19 setelah sebelumnya mendapat perawatan medis dan pasien meninggal itu memiliki riwayat penyakit paru - paru," katanya.
Adanya kejadian, kata Deki mengaku sangat prihatin dengan sikap warga terhadap tim medis dalam melakukan penanganan Covid-19 di Kuningan.
"Kami sangat prihatin, jelas kami disini lagi kerja keras melakukan penanganan pasien Covid-19. Malah ada warga lakukan tindak tidak terpuji pada tim medis," katanya.
Baca juga: Suami Bongkar Makam Istri yang Positif Covid-19, Satgas Buka Suara soal Jenazah Tularkan Corona
Polisi Turun Tangan
Polisi pun turun tangan dengan meringkus dua warga Desa Sukarapih, Kecamatan Cibeureum, Kuningan Jawa Barat.
Dua warga itu melakukan tindakan penganiayaan terhadap sopir ambulans RSUD 45 Kuningan saat membawa jenazah Covid-19 di desa setempat sewaktu pagi tadi.
Kapolsek Cibingbin Iptu Asep Alamsyah membenarkan bahwa penangkapan baru saja dilakukan terhadap dua warga tersebut.
"Iya Kang, barusan tadi Magrib. Kami menangkap dua warga yang di duga melakukan kekerasan terhadap sopir ambulan rumah sakit umum," kata Asep dikutip dari TribunCirebon.com Selasa (29/6/2921).
Sebelumnya, Asep mengatakan sopir ambulans itu melakukan pelaporan atas dugaan tindak kekerasan oleh warga Desa Sukarapih saat membawa pasien Covid-19 di desa tersebut.