Breaking News:

Virus Corona

Ganjar Pranowo Pastikan Jateng Harus Siap Terapkan PPKM Darurat 3 Juli 2021: Nakes Sudah Capek

Ganjar Pranowo memastikan Jateng harus siap memberlakukan PPKM Darurat mulai tanggal 3 Juli 2021.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Mohamad Yoenus
YouTube Kompas TV
Tangkapan layar - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kompas TV, Rabu (30/6/2021). Ganjar Pranowo pastikan Jateng siap memberlakukan PPKM Darurat mulai 3 Juli 2021. 

TRIBUNWOW.COM - Jawa Tengah'>Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merespons arahan pemerintah pusat untuk menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM-Darurat) di wilayah Jawa-Bali.

Guna menurunkan lonjakan penularan Covid-19, Ganjar Pranowo memastikan Jateng siap menerapkan PPKM Darurat mulai tanggal 3 Juli 2021.

Penerapan PPKM Darurat di wilayah Jateng diperkirakan akan diterapkan pada lebih dari 7000 RT yang berstatus zona merah.

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo saat disuntik vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tugurejo Semarang, Kamis (14/1/2021).
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo saat disuntik vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tugurejo Semarang, Kamis (14/1/2021). (DOK. Humas Pemprov Jateng)

Baca juga: Berhasil Sembuhkan Pasien Covid Pakai Ivermectin hingga Oralit, Susi: Kadang Harus Ambil Keputusan

Hal tersebut disampaikan oleh Ganjar Pranowo melalui Kompas TV, Rabu (30/6/2021) petang.

"RT yang sudah kami ukur berdasarkan ketentuan pusat itu kira-kira ya ada 105 lebih RT yang zona merah," kata Ganjar Pranowo dikutip TribunWow.com, Kamis (1/7/2021).

"Tapi kalau hitung-hitungan dengan indikator epidemiologis kami, itu ada 7666 RT," tambahnya.

Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya berkaca dari penanganan Covid-19 di Australia yang cukup ketat.

Dengan lonjaknya angka penularan Covid-19 di Jawa Tengah, Ganjar mau tak mau harus melakukan tindakan yang jauh lebih ketat.

Terlebih, pihaknya menyadari bahwa tenaga kesehatan di sejumlah pelayanan kesehatan sudah kewalahan menerima pasien.

"Karena rumah sakit penuh. Nakes sudah capek, kami melihat ekspresi kawan-kawan nakes ini memang sudah capek pol-polan," kata Ganjar.

"Maka tindakan kami juga harus pol-polan."

Baca juga: Hasil Studi Laboratorium: Vaksin Covid-19 Moderna Tunjukkan Harapan untuk Perangi Varian Delta

Gubernur berusia 52 tahun itu pun mengharap setiap tokoh masyarakat ikut mensosialisasiakn rencana tersebut.

"Maka ini kami sosialisasikan, kami mohon dukungan kelompok masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat untuk bareng-bareng di rumah saja," tegas Ganjar.

Skema Penerapan

Lebih lanjut, Ganjar kembali merujuk pada arahan pemerintah pusat yang menyerukan work from home (WFH) total untuk sektor formal.

Pemrov Jateng sampai saat ini masih mengupayakan hal itu bisa diwujudkan bahkan untuk sektor non formal sekalipun

"Kami siapkan kalau memang harus work from home seratus persen, untuk ASN juga kami siapkan sampai saat ini sudah 75 % siap," kata Ganjar.

Baca juga: Suami Bongkar Makam Istri yang Positif Covid-19, Satgas Buka Suara soal Jenazah Tularkan Corona

Upaya lain yang dilakukan pemerintah provinsi adalah memastikan ketesiapan faskes dan alkes.

Oleh karena itu, mau tak mau masyarakat Jateng harus siap menerapkan PPKM Darurat.

"Apapun yang terjadi harus siap, maka kami membuat antisipasi seperti oksigen, tenda-tenda darurat, RS darurat sudah mulai kita bikin di beberapa kabupaten dan kota," kata Ganjar.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved