Breaking News:

Terkini Daerah

Suami dan 3 Anaknya Tewas di Dalam Mobil yang Terjun ke Sungai, Ini Kesaksian Istri yang Selamat

Yepi menjadi satu-satunya korban selamat sedangkan suami dan tiga anaknya yang masih kecil meninggal seusai mobil mereka terjun ke dalam sungai.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
ISTIMEWA via SRIPOKU.com
Mobil Pajero BG 1988 YL mengalami kecelakaan menabrak Jembatan Sukaraja, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (30/6/2021). Dalam kecelakaan tersebut hanya istri sang sopir yang selamat sedangkan suami dan tiga anaknya tewas tenggelam bersama mobil yang terjun ke sungai. 

TRIBUNWOW.COM - Hampir satu keluarga tewas dalam sebuah kecelakaan maut yang terjadi di Desa Sukaraja, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (30/6/2021).

Pada kecelakaan tunggal itu, mobil yang dikendarai korban jatuh dan tenggelam ke dalam sungai setelah menerobos pembatas jalan.

Dari total lima penumpang, hanya istri sang sopir yang selamat, sedangkan suami dan tiga anak-anak yang ada di dalam semuanya meninggal di tempat kejadian perkara (TKP).

Mobil Pajero BG 1988 YL mengalami kecelakaan menabrak Jembatan Sukaraja, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (30/6/2021). Dalam kecelakaan tersebut hanya istri sang sopir yang selamat sedangkan suami dan tiga anaknya tewas tenggelam bersama mobil yang terjun ke sungai.
Mobil Pajero BG 1988 YL mengalami kecelakaan menabrak Jembatan Sukaraja, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (30/6/2021). Dalam kecelakaan tersebut hanya istri sang sopir yang selamat sedangkan suami dan tiga anaknya tewas tenggelam bersama mobil yang terjun ke sungai. (ISTIMEWA via SRIPOKU.com)

Baca juga: Dilaporkan Keroyok Mahasiswi, Dosen Unpatti Buka Suara soal Luka sang Mahasiswi: Wajar Ada Lebam

Dikutip TribunWow.com dari Sripoku.com, warga setempat bernama Karim yang ikut mengevakuasi para korban mengaku sempat diceritakan detik-detik terjadinya kecelakaan oleh korban selamat.

Menurut keterangan korban selamat, kecelakaan terjadi karena saat itu mereka ingin menghindari menabrak anjing yang ada di tengah jalan.

"Kalau dari keterangan korban selamat yaitu ibu Yepi, sebelum kejadian dirinya melihat seekor anjing tepat berada di depan mobilnya," kata Karim mengutip kesaksian korban selamat, Rabu (30/6/2021).

"Maka dari itu suaminya langsung membelokkan setir mobil kearah kiri jalan, sehingga mobil tidak dapat dikendalikan dan menabrak pagar pembatas jembatan," sambung Karim.

Sebelum kecelakaan terjadi, Karim mengaku mendengar suara rem yang begitu keras sebanyak dua kali.

Mendengar bunyi yang tak wajar itu, ia lansung ke luar dari rumah menuju sumber suara.

Karim mengaku sempat melihat mobil yang dipakai korban dalam posisi hampir jatuh dari jembatan setelah menabrak besi pembatas jalan.

"Tak berapa lama, mobil terjatuh ke sungai," kata Karim.

Diduga korban saat itu ngebut di atas 100 kilometer per jam karena suara rem saat berhenti mendadak terdengar keras.

"Karena suara itu saya langsung keluar rumah dan terlihat mobil yang hampir terjun ke sungai. Dengan posisi bagian depan (kemudi) mobil yang terlebih dahulu jatuh," ucap Karim.

Evakuasi langsung dilakukan oleh warga setempat namun hanya satu yang selamat yakni istri sang sopir.

"Sekitar 15 menit kami melakukan pencarian, akhirnya ke empat penumpang dapat di evakuasi dengan keadaan telah meninggal dunia," kata Karim.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Ogan Komering IlirSumatera SelatanKecelakaanKecelakaan MautTewas
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved