Breaking News:

Virus Corona

Pemprov Jatim Buka Suara soal OTG Tidur di Lantai hingga Teras, Ada Pasien yang Pindah Sendiri

Pemprov Jatim memberikan klarifikasi soal tempat isolasi para pasien OTG Covid-19 di Madura tak layak huni.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
Kolase (Instagram/@dr.tirta) dan (Instagram/@dinkesjatim1)
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menanggapi soal masukkan dari dr. Tirta terkait lokasi isolasi pasien OTG Covid-19 di Madura yang kondisinya tak layak huni. Pernyataan dari Pemprov Jatim itu diunggah di akun Instagram milik Dinas Kesehatan Jawa Timur @dinkesjatim, Sabtu (26/6/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah buka suara soal fenomena pasien orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 di Madura, Jawa Timur diisolasi di tempat yang tak layak huni.

Sebelumnya, informasi itu disampaikan oleh YouTuber Tretan Muslim dan influencer dr. Tirta Mandira Hudhi.

Terkait fenomena tersebut, Pemprov Jatim tak memungkiri sempat terjadi adanya pasien OTG Covid yang tidur di sembarang tempat.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menanggapi soal masukkan dari dr. Tirta terkait lokasi isolasi pasien OTG Covid-19 di Madura yang kondisinya tak layak huni. Pernyataan dari Pemprov Jatim itu diunggah di akun Instagram milik Dinas Kesehatan Jawa Timur @dinkesjatim, Sabtu (26/6/2021).
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menanggapi soal masukkan dari dr. Tirta terkait lokasi isolasi pasien OTG Covid-19 di Madura yang kondisinya tak layak huni. Pernyataan dari Pemprov Jatim itu diunggah di akun Instagram milik Dinas Kesehatan Jawa Timur @dinkesjatim, Sabtu (26/6/2021). (Instagram/@dinkesjatim)

Baca juga: Pasien OTG di Madura Diisolasi di Tangga hingga Tenda, dr. Tirta Minta Pemprov Jatim Klarifikasi

Pernyataan dari Pemprov Jatim itu diunggah di akun Instagram milik Dinas Kesehatan Jawa Timur @dinkesjatim, Sabtu (26/6/2021).

Pemprov Jatim menyampaikan, fenomena itu terjadi di Gedung Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura (BPWS) yang saat itu berada dalam kondisi penuh.

Pada saat itu kondisi penuh karena operasi penyekatan di Suramadu 10 hari yang lalu sehingga banyak pasien positif Covid yang sementara harus diisolasi di tenda.

Untuk menanggulangi lonjakan pasien, kini Pemprov Jatim telah memperbanyak jumlah kasur atau bed di lokasi isolasi.

Soal pasien tidur di lantai di tempat lainnya, Pemprov Jatim menyebut masih ada pasien yang atas inisiatifnya sendiri pindah tempat meski telah disediakan kasur.

Menurut penjelasan Pemprov Jatim, kondisi di BPWS saat ini tergolong kondusif tanpa ada penambahan pasien.

Terakhir, Pemprov Jatim meminta kepada masyarakat khususnya warga Pulau Madura agar mematuhi protokol kesehatan supaya tak perlu diisolasi di BPWS.

Berikut jawaban lengkap dari Pemprov Jatim:

"Terimakasih mas @tretanmuslim dan @dr.tirta atas laporannya dan masukan masukannya

Berikut kronologis dari foto2 yang viral terkait gedung BPWS

1. Kejadian BPWS penuh tersebut kemungkinan terjadi saat BPWS overload pasien dari Penyekatan di Suramadu 10 hari yang lalu, dalam satu hari bisa ditemukan 100 lebih antigen positif yang harus di isolasi, nah kebetulan kapasitas BPWS waktu itu masih sekitar 200 an, jadi sementara waktu pasien berada di tenda

2. Menanggapi hal tersebut, akhirnya tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendatangkan bed2 isolasi yang dapat digunakan supaya bisa tidur lebih nyaman, kapasitas bed sudah dinaikkan jadi 400 bed.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Pemprov Jawa TimurVirus CoronaCovid-19Madura
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved