Viral Medsos
Fakta Viral Video Wanita Kejang-kejang setelah Divaksin, Dokter yang Tangani Ungkap Dugaan Penyakit
Dokter menduga, N mengalami gejala DBD dan curiga mengalami infeksi pada paru.
Penulis: Yonatan Krisna Halman Tri Santosa
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita kejang-kejang setelah divaksin viral di media sosial (medsos).
Dikutip TribunWow.com dari Tribun Pontianak pada Kamis (24/6/2021), wanita dalam video tersebut berinisial N.
Selain Kaku, N diketahui mengalami muntah, pegal-pegal dan sakit pada ulu hati.
N lantas dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rubini Mewpawah, Pontianak, Kalimantan Barat pada Selasa (22/6/2021).
Baca juga: Fakta Video Viral Ambulans Bawa Pasien Sakit Terhadang Iring-iringan Mobil Pejabat, Ini Kata Dishub
Direktur RSUD dr Rubini, dr David Sianipar mengatakan bahwa dirinya menduga N mengalami gejala demam berdarah (DBD).
Hal tersebut dikatakan David setelah melihat hasil pemeriksaan, terutama terkait demam yang dialami N.
"Sementara untuk pemeriksaan demam Dengue atau DBD, dari hasilnya memang bisa mengarah ke DBD," kata David.
"Dari hasil Laboratoriumnya, demamnya, juga mual dan muntah yang merupakan tanda-tanda DBD."
N sendiri diketahui mengikuti vaksin di Covid-19 di Puskemas Jungkat pada Kamis (17/6/2021).
"Pasien juga mengatakan sebelumnya ada mengikuti vaksinasi Covid-19 pada 17 Juni 2021, di Puskesmas Jungkat," tambah David.
Berdasarkan data rumah sakit, N diketahui pernah datang ke rumah sakit satu hari sebelumnya untuk berobat jalan.
Saat itu, N juga mengeluhkan muntah dan demam.
Baca juga: Menkes Budi Kaji Pemberian Vaksin Covid-19 pada Anak-anak, Berikut Jenis dan Rinciannya
"Pada Senin (21/6/2021 sekitar pukul 21.00 WIB, dia ada datang ke rumah sakit dengan keluhan muntah sama ada demam, tetapi dia hanya berobat jalan saja," ujarnya.
Penyakit yang dialami N juga dikonsultasikan oleh dokter spesialis paru.
Kemudian N diperiksa dan melakukan rontgen.
Dari hasil pemeriksaan, N dicurigai mengalami infeksi paru.
David menyarankan N untuk rawat inap tetapi keluarga menolak.
"Dari hasil pemeriksaan dan rontgennya, dicurigai N mengalami infeksi paru," katanya.
"Sehingga disarankan untuk rawat inap dan dilakukan tes PCR, namun keluarga pasien menolak dan meminta pulang, dengan alasan karena tidak ada yang akan menjaga."
N juga diketahui saat ini telah pulang ke rumahnya, hanya saja, suhu tubuh N diatas normal saat itu.
"Kan pada waktu datang tangannya kram, tetapi ketika pulang sudah tidak ada lagi. Bisa duduk, ngomong, ketawa dan bicara. Sehingga secara umum pasiennya pulang dalam kondisi yang cukup baik,"
Efek Vaksin
David juga memberikan penjelasan terkait beredarnya kabar keramnya tangan N lantaran efek vaksin Covid-19.
Berdasarkan data Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) RI, vaksinasi Sinovac umumnya punya gejala yang ringan.
Menurut laporan Komnas KIPI RI, efek vaksinasi Sinovac ada tiga kategori.
Baca juga: Detik-detik Pria Mutilasi Teman Kencan di Banjarmasin, Sempat Bakar Mayat Korban tapi Gagal
Pertama, keluhan sifatnya lokal. Misalnya, pegal, nyeri atau bengkak pada bagian lengan yang divaksin.
Kedua, keluhan sistemik, yaitu efek menyeluruh di tubuh, seperti demam, nyeri otot, nyeri sendi dan sakit kepala.
Dan ketiga, reaksi alergi, seperti bentol atau merah pada tubuh.
Terkait tangan keram yang dialami N, David mengaku belum mendapat laporan gejala yang serupa.
Sehingga, Kejadian yang dialami N belum bisa dipastikan oleh David apakah hal tersebut adalah efek samping dari vaksin Covid-19.
“Nah terkait adanya keluhan tangan sampai keram atau kaku yang dialami pasien berinisial N, sejauh ini kami belum pernah mendapat laporan gejala serupa dari Komnas KIPI RI,” tegas David.
“Jadi, bercermin dari kejadian keram tangan yang dialami pasien berinisial N, berdasarkan laporan dari Komnas KIPI RI, kami berpendapat, bahwa kejadian tersebut belum dapat dikatakan pasti karena efek samping dari vaksin Covid-19.”
Lanjut, David menjelaskan, efek dari vaksin umumnya tidak memiliki rentang waktu lama dari waktu usai yang bersangkutan menjalani vaksinasi.
Karena itu, sesuai aturan baku dalam vaksinasi Covid-19 sekarang ini, setiap peserta diminta menunggu 30 menit untuk menjalani observasi, supaya tim medis bisa melihat apa kejadian ikutan atau efek yang timbul usai divaksin.
Lebih lanjut, David juga menjelaskan manfaat dari vaksinasi Covid-19 tersebut.
Dirinya menegaskan, vaksinasi Covid-19 sangat baik untuk meningkatkan imunitas tubuh masyarakat.
Jika ada yang sudah dua kali menjalani vaksinasi, kemudian terpapar Covid-19, maka yang bersangkutan cenderung mengalami gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan yang belum mendapat vaksinasi.
“Terciptanya kekebalan tubuh kita usai divaksin, membuat pasien yang terpapar virus Corona lebih mudah ditangani dan tentu saja lebih cepat sembuh,” tutupnya.
Kondisi N Membaik
Pada saat pulang dari rumah sakit, David memastikan kondisi N dalam keadaan baik.
Hanya suhu tubuhnya yang sedikit diatas normal.
"Kan pada waktu datang tangannya keram, tetapi ketika pulang sudah tidak ada lagi," kata David.
"Bisa duduk, ngomong, ketawa dan bicara."
"Sehingga secara umum pasiennya pulang dalam kondisi yang cukup baik."
Viral di Medos
Sebelumnya, video yang memperlihatkan N kejang-kejang viral di medsos.
Dalam rekaman yang beredar, tampak N sedang dievakuasi oleh petugas medis dan tampak menangis saat dimasukan ke dalam ambulans.
Ia terbaring di bed berwarna merah dan mengenakan baju kuning dan bawahan celana cream.
Kedua tangan N juga terlihat kaku dan terangkat ke bagian atas.
(TribunWow.com/krisna)
Berita terkait Peristiwa Viral Lainnya
Sebagian artikel ini telah diolah dari Tribun Pontianak dengan judul Viral Wanita Alami Kejang Usai Divaksin, Direktur RSUD dr Rubini Mempawah Berikan Penjelasan dan Sempat Alami Demam, Muntah Hingga Keram Tangan, David Pastikan Bukan Efek Vaksin