Breaking News:

Vaksin Covid

Menkes Budi Kaji Pemberian Vaksin Covid-19 pada Anak-anak, Berikut Jenis dan Rinciannya

Menkes dan ITAGI membahas vasksin yang dapat digunakan pada anak dan remaja, Sabtu (26/6/2021).

AFP
Ilustrasi Vaksin Covid-19. Pembuat obat Pfizer mengumumkan bahwa vaksin yang diproduksinya besama produsen obat BioNTech sangat efektif menangkal Covid-19 pada Senin (9/11/2020). Terbaru, Menkes dan ITAGI membahas vasksin yang dapat digunakan pada anak dan remaja, Sabtu (26/6/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin bersama dengan ITAGI saat ini sedang mambahas vaksin yang dapat digunakan pada anak dan remaja.

Dalam pengamatannya, Budi Sadikin mengatakan bahwa vaksin tersebut adalah jenis Sinovac dan Pfizer.

Budi mengatakan, vaksin sinovac dapat digunakan untuk anak di usia tiga sampai 17 tahun.

Baca juga: Tegaskan Tak Ada Agama Haramkan Vaksin, Jokowi Minta Masyarakat Lakukan 1 Hal Ini: Sederhana

Sedangkan Pfizer, dapat digunakan unutk anak berusia 12 sampai 17 tahun.

Keputusan akan diambil, setelah menimbang pola pemakaian vaksin tersebut terhadap anak dan remaja di sejumlah negara.

Pertimbangan lain adalah dengan mengedepankan Emergency Use Authorization (EUA), yaitu persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat untuk Vaksin COVID-19 untuk usia muda.

“Kita sedang mengkaji vaksin mana yang sudah memiliki Emergency Use Authorization (EUA),” ungkap Budi dikutip TribunWow.com dari kanal YouTube Kompas TV pada Jumat (25/6/2021).

“Satu adalah Sinovac untuk usia tiga sampai 17 tahun dan Pfizer untuk usia 12 sampai 17 tahun.”

Sementara itu Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta kepada orang tua agar mengedukasi anaknya terkait protokol kesehatan sembari menunggu vaksin terhadap anak bisa dilakukan.

Imbauan KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengimbau orang tua berperan aktif dalam mencegah penularan virus corona kepada anak dan tidak mengabaikan pokes

Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com pada Kamis (24/6/2021), Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati mengingatkan kasus Covid-19 pada anak mulai meningkat dan peran aktif orang tua dalam mencegah anak terpapar virus sangat dibutuhkan.

Misalnya tidak membawa anak bepergian ke luar rumah dan menyiapkan kegiatan alternatif agar anak tidak keluar rumah.

lalu menerapkan prokes secara disiplin saat tiba di rumah dengan tidak berinteraksi dengan keluarga sebelum membersihkan diri.

"Prinsipnya, orang tua disiplin pada protokol kesehatan. Kalau pulang ya pasti kan pengin nyium, salim, pelukan. Orang tua harus disiplin, kalau pulang ya protokol kesehatannya harus dijalankan, baru beraktivitas," ujar Rita saat dihubungi, Kamis (24/6/2021).

(TribunWow.com/Krisna)

Berita terkait Vaksin Covid-19 Lainnya

Sebagian artikel ini telah diolah dari Tribunnews.com dengan judul Dua Faktor Penyebab Meningkatnya Kasus Covid-19 pada Anak-anak
 

Sumber: Kompas TV
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved