Breaking News:

Viral Medsos

Fakta Viral Jenazah Diangkut Pakai Motor Roda 3 di Semarang, Kepala Dusun Ungkap Alasan di Baliknya

Video yang menunjukkan jenazah dibawa oleh motor roda tiga ke pemakaman, viral di media sosial.

Editor: Lailatun Niqmah
Instagram/@ndorobeii
Viral aksi warga angkut jenazah menggunakan motor roda tiga di Bandungan, Semarang. 

TRIBUNWOW.COM - Video yang menunjukkan jenazah dibawa oleh motor roda tiga ke pemakaman, viral di media sosial.

Cerita tentang pemakaman yang tak biasa ini diunggah oleh akun Instaragm @ndorobeii, Selasa (22/6/2021).

Dalam captionnya, akun tersebut mengatakan pemakaman dengan menggunakan motor roda tiga itu dilakukan lantaran kondisi jenazah yang memiliki berat badan berlebih.

Baca juga: BPKD Jakarta Sebut Jenazah Pasien Covid-19 Bakal Dibawa Pakai Truk: Makanya akan Tambah Biaya Lagi

Sedangkan pemakaman ini terjadi di Dusun Krajan, Desa Jetis, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

"MEMAKAMKAN JENAZAH DENGAN TOSSA

Proses pemakaman jenazah di dusun Krajan Jetis bandungan kab Semarang

Menurut informasi yg kami terima,berat jenazah sangat berat
Memang sebelum meninggal beliaunya memang gemuk dan besar
Dari itu masyarakat/warga membawa jenazah ke pemakaman menggunakan motor roda 3 yg kerap dinamakan tossa.

laporan dr warga," tulis akun tersebut.

Fakta Sebenarnya

Saat dikonfirmasi, Kepala Dusun Krajan Fathoni mengakui ada jenazah yang diangkut menggunakan sepeda motor roda tiga.

Menurut Fathoni, prosesi pemakaman tersebut berlangsung pada Selasa (22/6/2021) sore.

"Pemakaman tersebut untuk almarhum Jarot Sugih Santoso yang meninggal karena sakit."

"Dia meninggal mendadak karena paginya juga masih beraktivitas seperti biasa," ungkapnya saat ditemui di Balai Desa Jetis, Rabu (23/6/2021).

Fathoni mengatakan, jenazah Jarot terpaksa dibawa menggunakan sepeda motor roda tiga karena berat badannya yang mencapai sekitar 150 kilogram.

"Terus terang, memang berat badannya luar biasa. Sehingga pengangkatannya menggunakan sepeda motor roda tiga.

Karena kalau diangkat manual pakai tenaga manusia sangat berat, apalagi saat itu juga menjelang Maghrib," jelasnya.

Selain berat badan Jarot, jalan dari rumah duka ke makam juga terhitung sulit.

Menurut Fathoni jalan yang dilalui terhitung sempit, naik turun, dan harus melewati jembatan.

"Jarak dari rumah duka ke makam itu sekira 300 meter, kalau pakai mobil juga tidak bisa. Kalau jalan kaki dengan diangkat manual memang berat," jelasnya.

Baca juga: Fakta Viral Badut Tergeletak di Pinggir Jalan, Pengendara sampai Putar Balik dan Cek karena Khawatir

Saat ada warga yang mengusulkan agar jenazah Jarot dibawa menggunakan sepeda motor roda tiga milik kelompok tani, akhirnya setelah melalui perundingan usul tersebut diterima.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved